FITNESS & HEALTH

Covid Tongue, Gejala Covid-19 yang Muncul pada Lidah

Raka Lestari
Senin 15 Februari 2021 / 08:00
Jakarta: Demam, sakit tenggorokan, dan kesulitan bernapas mungkin adalah gejala-gejala umum dari covid-19 yang umum. Namun, pandemi covid-19 yang sampai saat ini masih terjadi memiliki gejala-gejala lain yang berbeda-beda pada setiap individu yang mengalaminya.

Profesor Tim Spector, seorang ahli epidemiologi dari King's College London, mengatakan bahwa ia juga menemukan kasus dimana pasien covid-19 mengalami gejala mulut yang aneh, termasuk lidah yang meradang, berubah warna, dan luka di mulut mereka.

“Kami tahu bahwa SARS COV-2 memicu berbagai peradangan yang menyebar dan reaksi pembekuan di seluruh tubuh, sehingga tidak mengherankan jika keberadaan sariawan dilaporkan terjadi pada beberapa pasien,” ujar Dr Kathleen Jordan MD, SVP bidang medis di provider kesehatan wanita bernama Tia.

Dia menjelaskan bahwa banyak hal dapat menyebabkan peradangan yang merusak lapisan epitel (lapisan dalam kulit) di mulut kamu dan menyebabkan luka terbuka yang rentan terhadap infeksi dan nyeri. Herpes, infeksi, dan sariawan adalah penyebab umum. Dan covid-19 mungkin sekarang bisa menjadi salah satu penyebabnya.

Sebuah studi di British Journal of Dermatology pada September 2020 menemukan bahwa dari 666 pasien, lebih dari 25 persen memiliki beberapa jenis gejala di mulut atau lidah mereka, termasuk benjolan bengkak di lidah, tepi lidah yang bergerigi, atau sensasi terbakar

Dan sebuah studi pada Juni 2020 di Evidence-Based Dentistry menunjukkan adanya hubungan antara covid-19 dan lepuh mulut yang menyakitkan.

Profesor Spector, yang memimpin penelitian gejala ZOE COVID di Inggris, mengatakan kepada TODAY bahwa gejala covid-19 pada lidah dapat muncul sebagai lapisan berbulu di permukaan lidah.

“Lidah mengandung konsentrasi tinggi protein yang disebut angiotensin converting enzyme 2 (ACE2),” jelas Dr Omid Mehdizadeh MD, ahli otolaringologi di Providence Saint John's Health Center. 

"Ini bisa menjadi cara utama virus untuk menempel dan memasuki tubuh. Dan karena ada banyak protein ACE2 di lidah, virus menjadi berkembang biak dan membuat lidah mengalami perubahan," tutupnya.
(TIN)