FITNESS & HEALTH

Studi: Kesehatan Mental Jadi Masalah Baru Pasca Sembuh dari Covid-19

Raka Lestari
Kamis 08 April 2021 / 12:49
Jakarta: Berdasarkan sebuah penelitian terbaru, yang dilakukan pada 230.000 penyintas covid-19 sebanyak 1 dari 3 orang didiagnosa mengalami gangguan otak atau psikiatri. Temuan ini menunjukkan bahwa pandemi covid-19 bisa menyebabkan gelombang masalah mental dan neurologis.

Dikutip dari Reuters, para peneliti yang melakukan analisis mengatakan tidak jelas bagaimana virus itu dikaitkan dengan kondisi kejiwaan seperti kecemasan dan depresi, tetapi masalah mental dan neurologis adalah diagnosis paling umum di antara 14 gangguan yang mereka lihat.

Masalah kesehatan lain pasca covid-19, seperti stroke, demensia, dan gangguan neurologis lainnya lebih jarang, tetapi masih berada dalam jumlah yang signifikan. Terutama pada mereka yang mengalami covid-19 parah, menurut para peneliti.

"Meskipun risiko individu untuk sebagian besar gangguan kecil, efeknya di seluruh populasi mungkin besar," kata Paul Harrison, seorang profesor psikiatri di Universitas Oxford yang ikut memimpin penelitian tersebut.

Pakar kesehatan semakin prihatin dengan adanya bukti risiko gangguan otak dan kesehatan mental yang lebih tinggi di antara para penyintas covid-19 tersebut. 

Studi sebelumnya oleh peneliti yang sama menemukan tahun lalu bahwa 20 persen penyintas covid-19 didiagnosis dengan gangguan kejiwaan dalam waktu tiga bulan.

Temuan terbaru ini diterbitkan dalam jurnal Lancet Psychiatry, melalui analisis catatan kesehatan dari 236.379 pasien covid-19 (sebagian besar warga Amerika Serikat) dan menemukan bahwa 34 persen pasien telah didiagnosis dengan penyakit neurologis atau kejiwaan dalam waktu enam bulan.

Gangguan tersebut secara signifikan lebih umum terjadi pada pasien covid-19 daripada pada kelompok perbandingan orang yang sembuh dari flu atau infeksi saluran pernapasan lainnya selama periode waktu yang sama. Para ilmuwan menunjukkan bahwa covid-19 memiliki dampak khusus.

“Ini adalah temuan yang sangat penting. Ini menegaskan tanpa keraguan bahwa covid-19 memengaruhi otak dan pikiran dalam ukuran yang sama,” kata Simon Wessely, ketua psikiatri di King's College London.

“Dampak covid-19 terhadap kesehatan mental individu bisa sangat parah,” kata Lea Milligan, kepala eksekutif dari badan amal penelitian MQ Mental Health. 

“Ini berkontribusi pada penyakit mental yang sudah meningkat dan membutuhkan penelitian lebih lanjut yang mendesak,” tutupnya.
(TIN)