FITNESS & HEALTH

Legenda Bulutangkis Verawaty Fajrin Mengidap Kanker Paru, Apa Saja Gejalanya?

Raka Lestari
Selasa 21 September 2021 / 11:59
Jakarta: Salah satu legenda bulutangkis Indonesia, Verawaty Fajrin kini sedang terbaring lemah karena penyakit kanker yang dideritanya. Verawaty sudah terkena kanker paru-paru sejak Maret 2020 dan saat ini sudah menjalani 5 kali proses kemoterapi. Berkat bantuan pemerintah melalui Kemenpora, saat ini Verawaty sedang dirawat di ruang VIP RS Dharmais.

Menurut Global Cancer Statistic (Globocan) 2020, terdapat 1.796.144 kematian akibat kanker paru di dunia. Di Indonesia, angka kejadian kanker paru meningkat dari sebelumnya 30.023 pada tahun 2018, menjadi 34.783 pada 2020. Angka kematian akibat kanker paru juga meningkat dari sebelumnya 26.069 pada 2018, menjadi 30.843 pada tahun 2020

Deteksi dini menjadi salah satu kunci penanganan kanker paru, dengan gejala seperti berikut ini:
 

1. Batuk berdarah


“Batuk disertai darah bukanlah merupakan tanda yang baik. Jika kamu mengalaminya, segeralah periksakan diri ke dokter,” ujar Raja Flores, MD, profesor dan ketua bedah toraks di Icahn School of Medicine di Mount Sinai Hospital, New York City.

Meskipun kanker tidak selalu menyebabkan batuk berdarah, kamu perlu memeriksakannya karena ini merupakan salah satu gejala kanker paru.
 

2. Sakit pada dada


Kamu perlu berhati-hati jika merasa sakit pada bagian dada, punggung, atau bahu yang baru-baru dirasakan dan tidak menghilang. Atau, mungkin merasa sesak atau seperti ada benda tajam pada dada yang memburuk ketika bernapas, batuk, atau tertawa.

“Kamu akan merasakan sakit pada lokasi tumor. Jika tumor berada di samping, kamu akan merasa sakit di samping. Jika tumor berlokasi di belakang dada, maka kamu akan merasa sakit di bagian punggung," terang Flores.
 

3. Batuk yang tidak kunjung sembuh


Batuk bisa disebabkan karena sesuatu yang sederhana seperti alergi, pilek atau demam. Akan tetapi jika batuk tidak kunjung sembuh bisa menjadi pertanda sesuatu yang lebih serius seperti kanker paru. Kanker di saluran napas dapat mengiritasi tenggorokan dan membuat batuk

"Ada sesuatu di sana yang seharusnya tidak ada di sana, jadi tubuh berusaha untuk menghilangkannya," terang Dr Flores.
 

4. Sesak napas


“Sesak napas bisa terjadi karena tumor yang menghalangi tenggorokan. Itu juga bisa berasal dari akumulasi cairan di dada yang menekan paru-paru sehingga membuatmu kekurangan oksigen,” kata Dr Flores.

Ketika kanker terbentuk di lapisan paru-paru, itu menyebabkan cairan menumpuk di dada. Meskipun memang dada dapat menampung sekitar tiga sampai empat liter cairan, ketika terisi cairan secara penuh maka paru-paru akan kesulitan memperoleh udara yang cukup.
(FIR)