FITNESS & HEALTH

Terinfeksi Covid-19 setelah Vaksin Pertama, Haruskah Kamu Mengulangnya?

Raka Lestari
Jumat 15 Oktober 2021 / 20:02
Jakarta: Saat melakukan vaksin covid-19, antara vaksin dosis 1 dengan dosis 2 biasanya ada jeda. Jeda yang disarankan tergantung vaksin jenis apa yang digunakan.

Akan tetapi, saat menjalani jeda, kamu terinfeksi covid-19. Kasus seperti ini kerap dialami oleh banyak masyarakat. Lalu apakah dengan terkenanya covid-19, kamu harus mengulang ke dosis yang pertama?

"Kalau kasus seperti ini, memang kita tidak perlu mengulang. Sepengetahuan saya, bisa langsung dilanjutkan ke dosis kedua. Tapi ada juga yang setelah kena dianggapnya itu dosis keduanya,” jelas dr. Jeffri Aloys Gunawan, Sp.PD - Spesialis Penyakit Dalam Good Doctor dalam acara #GoodTalkSeries IG Live Good Doctor dengan Sentra Vaksinasi Serviam.

Menurut dr. Jeff, panggilan akrabnya, ada beberapa orang yang bahkan menganggap bahwa infeksi covid-19 yang dialami, dihitung sebagai pengganti dosis kedua. Terutama jika mereka terinfeksi varian covid-19 Delta yang dianggap lebih berbahaya.

“Jangan seperti itu, ada studi yang menyebutkan bahwa kekebalan yang didapatkan dari infeksi itu tidak sama ternyata dengan kekebalan yang didapatkan dari vaksinasi. Dari studi itu disebutkan bahwa lebih bagus kekebalan yang didapatkan dari hasil vaksinasi,” ujar dr. Jeff.

Vaksin covid-19 memiliki bahan adjuvant atau bahan yang khusus diciptakan. Gunanya, agar efek kekebalannya jauh di atas kekebalan yang kamu dapatkan secara alami.

"Jadi jangan disamakan, sekalipun terkenanya varian Delta yang paling ganas, itu tidak cukup. Sebaiknya tetap divaksinasi setelahnya, apalagi kalau yang baru dapat dosis pertama,” jelasnya.

Dan untuk pemilihan vaksin covid-19 sendiri, sampai saat ini masih disarankan untuk menggunakan jenis vaksin yang sama antara dosis pertama dan kedua. Sudah ada penelitian di Amerika pada 450 orang di 10 kota, yang mendapatkan vaksin pertama dan keduanya beda.

“Dari hasil penelitian tersebut, efektivitasnya atau lebih tepatnya kekebalan yang dihasilkan ternyata sebanding dengan yang mendapatkan vaksin jenis sama antara vaksin pertama dan kedua. Disebutkan juga, pada beberapa orang justru lebih tinggi. Tapi sampai saat ini masih kita tunggu hasil review-nya karena masih baru banget penelitiannya,” jelas dr. Jeff.

Dan untuk efek sampingnya menurut dr. Jeff tidak ada perbedaan signifikan. Jadi relatif aman.

"Tapi sekali lagi kita masih tunggu hasil kajiannya semoga bisa keluar dalam waktu dekat. Sampai saat ini masih belum disarankan, sampai ada keputusan dari badan regulator,” tutupnya.
(FIR)