FITNESS & HEALTH

Penyebab Radang Paru serta Cara Pengobatannya

Raka Lestari
Jumat 26 November 2021 / 17:13
Jakarta: Peradangan paru-paru dapat berasal dari paparan, infeksi, dan penyakit seperti asma atau bronkitis. Mengi, masalah pernapasan, dan nyeri dada serta sesak adalah kemungkinan gejala paru-paru yang meradang.

Mendiagnosis peradangan paru-paru biasanya melibatkan pemeriksaan fisik, tes pencitraan, tes fungsi paru-paru, dan banyak lagi. Tergantung pada penyebabnya, radang paru bisa diobati dengan obat-obatan, operasi, atau keduanya. Tujuannya adalah untuk meredakan gejala dan mengendalikan penyakit yang menyebabkan peradangan.
 

Gejala radang paru-paru


Dikutip dari Verywell Health, gejala radang paru-paru bisa datang sangat tiba-tiba atau membutuhkan waktu sedikit lebih lama untuk berkembang. Seberapa cepat gejala muncul tergantung pada tingkat peradangan, penyebabnya, dan kondisi kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Gejala radang paru-paru bisa meliputi:

- Merasa lelah setelah melakukan aktivitas fisik.
- Rasa lelah secara umum.
- Mengi.
- Batuk kering atau produktif (yaitu, menghasilkan lendir).
- Kesulitan bernapas.
- Ketidaknyamanan atau sesak dada.
- Rasa sakit paru-paru.
- Terengah-engah.

Demam, penurunan berat badan, atau tekanan darah tinggi juga dapat terjadi bersamaan dengan gejala ini. Namun, efek ini berasal dari beberapa kondisi medis yang mendasarinya, bukan peradangan itu sendiri.
 

Penyebab


Paru-paru bisa meradang saat terinfeksi, teriritasi, atau rusak. Peradangan adalah cara tubuh untuk menyembuhkan ketika sesuatu yang berbahaya terjadi. Penyakit yang diturunkan secara genetik, seperti cystic fibrosis dan sindrom Sjögren, juga dapat menyebabkan peradangan.

Ketika alveoli (kantung udara) atau bronkus (saluran udara) meradang, udara tidak dapat dengan mudah masuk dan keluar dari paru-paru. Bernapas bisa menjadi hal yang sulit dilakukan. Peradangan juga dapat meningkatkan risiko infeksi dengan menjebak bahan yang terinfeksi di paru-paru.

Peradangan mungkin melibatkan seluruh paru-paru atau bintik-bintik tertentu di dalam paru-paru. Sarkoidosis paru, misalnya, dapat menyebabkan nodul besar yang disebut granuloma paru.
 

Perawatan


Perawatan dalam radang paru-paru bisa sangat rumit. Rencana perawatan biasanya akan bertujuan untuk mengendalikan gejala dan untuk mengobati kondisi yang menyebabkannya. Rencana perawatan juga dapat mencakup bantuan pernapasan mendesak, obat anti-inflamasi, seperti kortikosteroid, atau pembedahan jika memang diperlukan.
(FIR)