FITNESS & HEALTH

Tanpa Obat, Ini 4 Cara Meredakan Kelelahan saat Menstruasi

Kumara Anggita
Kamis 12 Agustus 2021 / 11:11
Jakarta: Beberapa orang mengalami kelelahan saat sedang menstruasi. Penyebabnya, masih menjadi perdebatan. Di antaranya karena Premenstrual Syndome (PMS), perubahan hormon, anemia, diet yang tak tepat, tidur terganggu, dan masih banyak lagi.

Jika kamu kerap mengalaminya, berikut adalah beberapa strategi yang dapat kamu coba di rumah. Terutama untuk membantu meringankan kelelahan saat menstruasi yang dikutip dari Medical News Today:
 

1. Menyesuaikan suhu ruangan


Suhu tubuh dasar seseorang meningkat sekitar 0,5 ° C sebelum menstruasi. Biasanya dapat menyebabkan tidurmu terganggu.

Untuk itu, turunkan sedikit suhu kamarmu agar membantu meningkatkan kenyamanan dan kualitas tidur. Sehingga mengurangi kelelahan pada hari-hari berikutnya.
 

2. Mempraktikkan teknik relaksasi


Beberapa orang mungkin mengalami kesulitan tidur saat menstruasi. Gangguan ini dapat menyebabkan peningkatan tingkat kelelahan pada hari berikutnya.

Kesulitan tidur mungkin timbul sebagai akibat dari rasa sakit dan nyeri fisik atau peningkatan tingkat stres atau kecemasan. Lakukan teknik relaksasi yang paling cocok denganmu.
 

3. Latihan aerobik


Sebuah studi pada 2014 menyelidiki efek latihan aerobik pada 30 perempuan muda dengan gejala PMS. Semua peserta menerima vitamin B6 dan suplemen kalsium setiap hari. Ada juga yang melakukan senam aerobik tiga kali seminggu selama 3 bulan.

Dibandingkan dengan kelompok kontrol, peserta yang berolahraga secara teratur menunjukkan penurunan yang signifikan terkait kelelahan saat menstruasi. Latihan ini juga bisa meningkatkan kesehatan darah, termasuk peningkatan kadar hemoglobin.
 

4. Mencoba terapi alternatif


Temuan meta-analisis 2014 menunjukkan bahwa akupunktur dan beberapa obat herbal mungkin bermanfaat dalam pengobatan gejala PMS. Menurut penelitian, akupunktur dan herbal seperti ginkgo biloba mengurangi gejala PMS hingga 50% atau lebih dibandingkan tanpa pengobatan. Namun, para peneliti mencatat bahwa uji coba terkontrol acak skala besar lebih lanjut diperlukan untuk mendukung temuan tersebut.
(FIR)