FITNESS & HEALTH

Alasan Mengapa Vaksinator Covid-19 Perlu Pelatihan

Raka Lestari
Rabu 07 April 2021 / 17:27
Jakarta: Program vaksinasi covid-19 yang saat ini tengah gencar dilakukan merupakan salah satu cara untuk menekan laju penularan covid-19. Saat ini banyak orang berfokus pada masyarakat yang akan di vaksinasi.

Namun, kualitas tenaga kesehatan yang memiliki kemampuan untuk melakukan vaksinasi juga tidak boleh dilupakan.

“Dalam mengatasi pandemi covid-19, selain vaksin yang harus diperhatikan untuk mengurangi kematian, kesakitan, mempercepat laju ekonomi kembali pulih, yaitu adalah tenaga kesehatan yang harus disiapkan,” ujar dr. Nisma Hiddin, SH, MH, selaku Kepala Pusat Pelatihan Kesehatan Daerah Provinsi DKI Jakarta, dalam acara Virtual Press Conference Pelatihan Vaksinator Untuk Percepatan Program Vaksinasi Dan Wujudkan Indonesia Bebas Covid-19, pada Rabu, 7 April 2021.

Ia menambahkan, “Kenapa tenaga kesehatan harus dilatih? Vaksin covid-19 ini bukan seperti vaksin yang biasanya. Dan yang kita hadapi orang banyak sehingga memerlukan teamwork yang baik dimana akan ada meja 1, meja 2, meja 3, dan meja 4,” ujar dr. Nisma.

“Sehingga itu betul-betul hrus kita latih bagaimana cara mereka bekerja. Oleh karena itu, pelatihan sangat penting dijalankan dalam rangka mengetahui persis juknis yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia,” tambah dr. Nisma.

Menurutnya, dengan adanya pelatihan untuk para tenaga kesehatan yang menjadi vaksinator adalah untuk menyampaikan juknis apa saja yang harus dilakukan oleh tenaga kesehatan sebagai teamwork dalam pelaksanaan vaksinasi covid-19.


vaksin
(Vaksinator covid-19 harus mendapatkan pelatihan karena memerlukan teamwork dalam menghadapi orang banyak. Foto: Dok. Biro Komunikasi Publik Kemenparekraf)


“Tenaga dan logistik adalah dua hal yang harus kita perhatikan saat ini untuk meperlancar proses vaksinasi. Setelah mengikuti pelatihan, maka tenaga kesehatan akan mampu melakukan pelayanan vaksinasi covid-19 sesuai dengan protokol,” ungkap dr. Nisma.

Hal tersebut antara lain adalah menjelaskan epidemiologi dan patofisiologi covid-19, melakukan microplanning dan pengelolaan rantai dingin vaksin.

Selain itu melakukan pelayanan vaksinasi, melakukan pencatatan dan pelaporan vaksinasi, melakukan monitoring dan evaluasi penyelenggaraan vaksinasi, serta melakukan surveilans Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

“Inilah alasan mengapa pelatihan sangat penting karena vaksinator harus bersertifikat,” paparnya lagi.
 

Vaksin untuk Indonesia 


Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. 

Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.

"Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.

Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.




(TIN)