FITNESS & HEALTH

Pentingnya Steroid Perempuan dalam Perlindungan Covid-19

Kumara Anggita
Senin 30 November 2020 / 14:21
Jakarta: Para peneliti terus mencari cara menyelesaikan covid-19 secepat mungkin. Salah satunya, seorang profesor psikiatri di University of Illionis di Chicago, Graziano Pinna, yang melakukan penilitian baru-baru ini.

Penilitian tersebut terkait peran yang mungkin dimainkan oleh hormom seks dalam menjelaskan tingkat kematian covid-19. Di mana pria lebih banyak yang menjadi korban meninggal dari virus korona dibandingkan dengan perempuan.
 

Covid-19 pada pria dan perempuan


Dikutip dari Medical News Today, semua orang bisa terkena covid-19, tetapi penyakit ini biasanya berdampak lebih serius pada orang-orang dengan kondisi tertentu. Seperti orang lebih tua, yang punya penyakit kronis dan masih banyak lagi. Tak hanya itu, penelitian juga menunjukkan bahwa laki-laki cenderung memiliki pengalaman yang lebih sulit dengan penyakit tersebut dibandingkan dengan perempuan.

Menurut temuan yang diterbitkan sebelumnya di Frontiers in Public Health, pria cenderung memiliki gejala dan komplikasi covid-19 yang lebih parah daripada perempuan. Rasio kematian akibat covid-19 pada pria dan wanita adalah 1,35. Ini artinya untuk setiap 100 perempuan yang meninggal dunia, akan ada 135 pria lain mengalami hal yang serupa.

Rasio naik dan turun juga bergantung dengan bertambahnya usia. Rasio memuncak pada 2,56 pada kelompok usia 60-69.
 

Apakah hormon seks itu?


Steroid reproduksi, juga dikenal sebagai hormon seks. Steroid memainkan peran penting dalam tubuh. Hormon seks perempuan di sini termasuk estrogen dan progesteron.

Hormon ini tidak hanya penting untuk reproduksi, tetapi rasionya terhadap testosteron juga dapat membantu mencegah penyakit kardiovaskular. Kadar hormon seks juga dapat memengaruhi fungsi kognitif dan suasana hati. Penulis tinjauan ini memasukkan analisis estrogen, progesteron, dan allopregnanolone steroid seks dalam penelitiannya.

"Progesteron dan allopregnanolone dapat memblokir reaksi berlebihan yang luar biasa dari sistem inflamasi, menekannya dan menghindari ekspresi berlebihan dari sitokin pro-inflamasi," katanya.
 

Ketika steroid perempuan dapat membantu


Pinna percaya bahwa steroid pada perempuan adalah faktor dalam perlindungan covid-19. Dia menulis tentang kasus di mana perempuan hamil yang dites positif covid-19 seringkali tanpa gejala atau memiliki gejala ringan saat mereka datang untuk melahirkan.

Namun, setelah melahirkan dan mengalami penurunan kadar hormon, perempuan tersebut dengan cepat mengalami gejala covid-19 yang parah. Pinna menggunakan pengamatan ini untuk mengeksplorasi perbedaan antara tingkat keparahan gejala covid-19  pada pria dengan perempuan.

"Hormon yang membantu mempertahankan kehamilan, seperti progesteron, 100 kali lebih terkonsentrasi pada trimester ketiga kehamilan. Estradiol, allopregnanolone, dan progesterone semuanya memiliki fungsi anti-inflamasi yang penting dan terlibat dalam pengaturan ulang sistem kekebalan,” papar Ginna.

“Ini menunjukkan bahwa perempuan hamil menjadi gejala, dan beberapa bahkan dirawat di unit perawatan intensif, setelah melahirkan bayi mereka karena penurunan hormon yang cepat. Perempuan hamil 15 kali lebih kecil kemungkinannya untuk meninggal akibat covid-19 dibandingkan dengan yang tidak hamil,” lanjutnya.

Perempuan hamil yang mengembangkan covid-19 biasanya memiliki hasil yang lebih baik daripada perempuan yang tidak hamil, dan peneliti percaya bahwa ini menjelaskan mengapa perempuan umumnya lebih baik daripada pria dalam menghadapi penyakit ini.

Pengamatan pada perempuan hamil ini memberikan latar belakang ilmiah yang signifikan, tidak hanya mengapa perempuan lebih terlindungi daripada pria, tetapi juga mengapa orang yang lebih tua kurang terlindungi dibandingkan orang yang lebih muda. Kita tahu, semakin tua usia kamu, semakin menurun hormon kamu.

Pinna percaya bahwa lebih banyak penelitian harus dibuat untuk membuktikan kaitan jenis kelamin dengan risiko covid-19.
(FIR)