FITNESS & HEALTH

5 Cara Mencegah Terjadinya Pandemic Fatigue

Kumara Anggita
Jumat 22 Januari 2021 / 08:30
Jakarta: Pandemi covid-19 membuat beberapa dari kita mengalami pandemic fatigue. Pandemic fatigue sendiri adalah emosi intens yang membuatmu merasa lelah.

Dikutip dari Ucla Health, kelelahan dapat berasal dari sejumlah emosi yang kamu alami selama pandemi. Seperti takut, gelisah, merasa sendiri, dan putus asa.

Ciri khas dari pandemic fatigue adalah rasa kelelahan batin. Kamu mungkin juga merasa tidak berdaya, sedih, cemas, frustrasi, dan mudah kesal.

Untuk mengatasinya, kamu bisa melakukan 5 langkah yang dibagikan oleh Psikolog, Justin Ross seperti dikutip dari Ucla Health:
 

1. Renungkan dan terima


Luangkan waktu untuk memeriksa dirimu sendiri dan merenungkan apa yang kamu lakukan. Jika kamu merasa jengkel, tidak sabar, marah, atau menderita kelelahan, kecemasan, dan depresi, terimalah bahwa semua tanggapan ini normal. Coba untuk dapat mengerti situasi sulit seperti sekarang ini.

“Kita tidak dapat mengubah apa yang tidak kita sadari. Semuanya dimulai di sini, ”kata Ross.

“Kesadaran harus menjadi landasan dari setiap perangkat kesehatan mental. Kita perlu memberi diri kami izin untuk mengakui bahwa apa yang kita rasakan 100% normal,” lanjutnya.
 

2. Bernapas dan Renungkan


Latihan pernapasan adalah cara paling sederhana untuk mengurangi stres dan kecemasan. Perlambat pernapasan kamu untuk agar tubuhmu tahu bahwa tidak ada ancaman langsung.

Kita dibangun untuk bersiap dengan cepat jika kita membutuhkan respons 'lawan atau lari'. Tetapi stres juga dapat memicu sistem yang sama dan tubuh kita tidak akan bekerja dengan baik jika kita selalu waspada.

Ross menyarankan untuk melakukan sesi pernapasan dalam yang sangat sederhana, setidaknya tiga kali sehari. Jadwalkan dan paksakan diri kamu untuk memperlambat dan bernapas.

"Pernapasan membantu kita mengelola respons kecemasan pada tingkat fisik, fisiologis, dan mental," kata Ross.

“Satu menit menarik napas dalam-dalam membantu memperlambat sistem saraf simpatik yang merupakan respons melawan atau lari yang terkait dengan kecemasan. Pernapasan juga membantu menghidupkan sistem saraf parasimpatis, yang membantu kita memulihkan keseimbangan dan dapat memberikan rasa tenang dan fokus, ”kata Ross.
 

3. Pantau media sosial dan batasi waktu layar kamu


"Doomscrolling, atau sengaja mendengarkan cerita negatif di TV atau di media sosial, memicu meningkatnya ketakutan, ketidakpastian, kecemasan, dan kelelahan," kata Ross.

Ketika mengalami kondisi ini, disarankan untuk menjauhi media sosial. Jika kamu ketagihan untuk memeriksa umpan sosial di ponsel, maka hapus aplikasinya. Coba jadwalkan dua sesi "check-in" 5 menit setiap hari.

"Batasi konsumsi kamu. Pilih satu atau dua sumber tepercaya yang akan kamu andalkan dan saring semua yang lain,” ungkap Ross.
 

4. Pulihkan dan kembalikan energi kamu


Selama masa-masa sulit, kita perlu dengan sengaja membuat beristirahat untuk memulihkan dan mengisi kembali energi cadangan kita. Atur pengingat untuk istirahat sepanjang hari.

"Jalan-jalan, mandi, dan membaca buku. Lakukan hal-hal yang sengaja menenangkan. Duduk di sofa dan menonton Netflix dalam waktu panjang bukan hanya bisa membuatmu terasa santai, tetapi juga bisa menjadi perilaku menghindar yang sebenarnya tidak memulihkan sama sekali," kata Ross.

Untuk menjaga dirimu sendiri dengan cara restoratif, kamu perlu membuat keputusan yang disengaja.
 

5. Lebih aktif


Cara lain untuk mengisi kembali energi adalah melalui apa yang dikenal sebagai 'perawatan diri aktif'.

“Aktivitas fisik, olahraga, dan apa pun yang menghubungkanmu dengan makna dan gerakan, semuanya akan berhasil,” kata Ross.
(FIR)