FITNESS & HEALTH

Keunggulan Minyak Goreng yang Terbuat dari Kacang Kedelai

Raka Lestari
Kamis 08 Oktober 2020 / 16:01
Jakarta: Penggunaan minyak goreng tidak lepas dari berbagai jenis masakan di Indonesia. Saat ini ada berbagai jenis minyak goreng yang tersedia di pasaran. Salah satunya adalah minyak goreng yang terbuat dari kacang kedelai atau sering juga disebut soya oil atau soybean oil. 

“Untuk soybean oil ini kan bahan dasarnya adalah kedelai, di mana kita sudah tahu bahwa kedelai memiliki banyak manfaat kesehatannya banyak. Kemudian juga berdasarkan hasil laboratorium, minyak kacang kedelai ini memiliki kandungan PUFA yang tinggi,” ujar Ahli gizi & nutrisi Seala Septiani, S.Gz, M.Gizi, dalam acara Sania Royale Soya Oil Online Media Session, Selasa, 6 Oktober 2020.

Seala menjelaskan bahwa PUFA merupakan singkatan dari Polyunsaturated Fat/Fatty Acids. PUFA ini dianggap sebagai jenis asam lemak terbaik yang memiliki banyak manfaat untuk pencegahan penyakit degeneratif seperti penyakit jantung, stroke, dan lainnya. 

“Selain itu, minyak goreng dari kacang kedelai ini juga memiliki titik asap yang tinggi sehingga dia stabil walaupun untuk penggunaan dalam menggoreng atau pemanasan-pemanasan lainnya,” ujar Seala.

“Ini menjadi hal yang penting, kalau pada air ada titik didih maka pada minyak ada titik asap. Ketika minyak memiliki titik asap yang tinggi maka minyak tersebut aman untuk digoreng,” tambahnya. 

Meskipun lebih sehat, namun bukan berarti dengan menggunakan minyak goreng berbahan dasar kedelai ini dapat menyebabkan perubahan rasa pada makanan.

“Minyak goreng itu sebenarnya berfungsi untuk penghantar panas agar panas merata ke seluruh permukaan di makanan. Dan karena minyak goreng ini berbahan dasar nabati, sifatnya netral sehingga tidak akan menambah struktur rasa tertentu dan tidak memengaruhi rasa,” ujar Nuri Rialen selaku Head of Marketing Sania Royale.

Akan tetapi meskipun baik, tetap saja sebaiknya tidak mengonsumsinya secara berlebihan. “Tubuh kita memang membutuhkan lemak. Dan minyak merupakan salah satu yang mengandung lemak. Tetapi sebaiknya tidak mengonsumsinya secara berlebihan,” jelas Seala. 

“Jika satu sendok makan minyak memiliki berat 1 gram, maka sebaiknya kita tidak boleh mengonsumsi minyak lebih dari 5 sendok makan per hari. Maksudnya 5 sendok makan itu bukan jumlah yang harus kita pakai untuk menggoreng, tetapi ketika menggoreng kan ada minyak yang terserap ke makanan lalu kita makan. Itulah jumlah minyak yang kita asup dan tidak boleh lebih dari 5 sendok makan per harinya,” tutup Seala. 
(YDH)