FITNESS & HEALTH

Kamu Tidak Bahagia? Lepaskan dan Lanjutkan Hidup!

Mia Vale
Selasa 12 Oktober 2021 / 08:00
Jakarta: Melepaskan diri dan mulai melanjutkan hidup dari suatu yang sudah membuat nyaman terlalu lama kadang membutuhkan keberanian. Ini bisa terjadi tidak hanya untuk hubungan, tapi juga dengan pekerjaan. 

Ada perasaan takut untuk melangkah, takut kalau apa mereka dapat nanti ternyata tidak lebih baik dari sekarang. Padahal, apa yang mereka jalani saat ini tidak bahagia. 

Untuk suatu hubungan, misalnya. Kamu tidak bahagia, tapi perasaan itu seakan melumpuhkan. Kamu takut melepaskan apa yang dimiliki. Kamu takut gagal jika mencoba yang baru. 

Yang terburk bisa terjadi, namun, banyak skenario lain yang juga bisa terjadi. Penemu Alexander Graham Bell berkata, "Ketika satu pintu tertutup, pintu lain terbuka." Kamu harus menutup pintu sebelum dapat melihat apa yang tersedia untuk kamu."

Melansir dari apa yang dipaparkan Psychology Today, yakinlah untuk berani melangkah. Hidup harus dilanjutkan. Untuk itu, cobalah lima strategi ini untuk memberi keberanian dan membentuk kehidupan yang memuaskan.
 

1. Alihkan fokus kamu


Jangan berpikir apa yang akan hilang dari diri kamu, tapi pikirkan apa yang akan kamu peroleh nantinya. Pikirkan kemungkinan-kemungkinan positif yang bisa kamu raih. Hadiah sedang menunggu kamu. Dan untuk mengetahuinya, kamu harus bergerak maju.


hidup
(Pikirkan serta pertimbangkan hal terbaik bagi diri kamu dan kamu bebas mengendalikan hari-harimu dengan efektivitas yang kamu inginkan. Foto: Ilustrasi/Pexels.com) 
 

2. Membingkai ulang 'kerugian'


Meski tidak bahagia dalam suatu hubungan, tapi kamu takut untuk sendiri. Berpikirlah, mungkin kamu akan sendiri tapi kamu juga akan memiliki ruang sendiri di mana kamu bebas mengendalikan hari-harimu lebih baik.

Entah dilakukan dengan keluarga, teman, atau dengan dirimu sendiri. Mungkin ini terasa menakutkan, tapi mungkin saja ini akan menjadi petualangan baru yang jauh lebih asyik dalam hidupmu.
 

3. Rencanakan jalan keluar yang strategis


Jangan membuat keputusan saat emosi. Pertimbangkan waktu terbaik untuk berhenti. Jelaskan kepadanya, apa yang ingin kamu lakukan atas hubungan itu, dan jelaskan pula bagaimana kamu akan betahan sementara itu. 
 

4. Berhubungan dengan orang lain


Jalin hubungan dengan teman-teman atau keluargamu. Bangun kepercayaan dengan mereka dan ceritakan apa yang kamu rasakan. Jika benar-benar buntu dan merasa depresi, carilah terapis yang baik. 
 

5. Jaga dirimu


Saat merasa sulit, kadang kamu melupakan merawat diri sendiri. Nah, sekarang saatnya tinggalkan itu semua. Pastikan kamu tidur, makan dengan baik, melakukan hal-hal menyenangkan bersama teman. Jangan terlalu mengritik diri sendiri.

Fokus pada apa yang pernah terjadi. Belajar dari pengalaman akan membantu kamu membuat pilihan yang bijaksana di masa depan.

Dalam hidup, kamu memiliki banyak bab yang harus dijalani. Jadi, jangan terjebak pada satu bab yang tidak memberi kebahagiaan. Balik bab berikutnya. Mungkin saja bab itu akan menjadi saat yang paling menyenangkan dalam hidup kamu.
(TIN)