FITNESS & HEALTH

Alasan WHO Akhirnya Menyetujui Penggunaan Vaksin Sinovac

Kumara Anggita
Rabu 02 Juni 2021 / 18:24
Jenewa: Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, kemarin telah menyetujui vaksin covid-19 yang dibuat oleh Sinovac Biotech untuk daftar penggunaan darurat. Persetujuan ini membuka jalan bagi sinovac untuk digunakan di negara-negara miskin.

Dikutip dari Reuters, panel ahli independen WHO mengatakan bahwa mereka merekomendasikan vaksin Sinovac untuk orang dewasa di atas 18 tahun. Semua orang bisa menggunakannya tanpa ada batasan usia karena data menyarankan kemungkinan memiliki efek perlindungan pada orang tua.

Kelompok penasihat teknis WHO telah membuat keputusan setelah meninjau data klinis terbaru, tentang keamanan dan kemanjuran vaksin Sinovac serta praktik manufaktur perusahaan.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus menyambut baik langkah tersebut. Ia mengatakan bahwa vaksin itu aman dan efektif, serta mencatat persyaratan penyimpanannya yang mudah. Sehingga membuatnya cocok untuk negara-negara berpenghasilan rendah.

“Sekarang sangat penting untuk memberikan alat penyelamat ini kepada orang-orang yang membutuhkannya dengan cepat,” kata Adhanom.

Vaksin yang disebut dengan CoronaVac ini adalah vaksin kedelapan yang masuk ke dalam daftar penggunaan darurat WHO. Penggunaan vaksin oleh perusahaan Sinopharm ini sebelumnya telah disetujui pada 7 Mei lalu.

Sinovac mengatakan bahwa mereka telah memasok lebih dari 600 juta dosis, untuk dalam dan luar negeri pada akhir Mei. Sementara sudah lebih dari 430 juta dosis telah diberikan.
 

Kemanjuran Sinovac


Pengesahan yang dibuat WHO ini menjadi sebuah titik. Di mana ada data uji klinis yang menunjukkan berbagai tingkat kemanjuran.

WHO mengatakan bahwa hasil vaksin mampu mencegah penyakit bergejala pada 51% dari mereka yang divaksinasi, dan mencegah covid-19 parah atau rawat inap pada 100% populasi yang diteliti.

Kelompok Penasihat Strategis (SAGE), terpisah dari Penasihat Strategis WHO, telah mengatakan sebelumnya bahwa kemanjuran vaksin dalam uji klinis Fase III multi-negara berkisar antara 51% hingga 84%.

Indonesia mengatakan pada 12 Mei bahwa penelitiannya terhadap 120.000 petugas kesehatan yang telah menerima vaksin menemukan bahwa itu 94% efektif untuk mencegah penyakit simtomatik.

Pakar SAGE, yang mengeluarkan rekomendasi kebijakan untuk negara bagian dan pedoman dosis, meninjau data klinis Sinovac bulan lalu. Ketua dan kepala eksekutif Sinovac Weidong Yin mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa uji klinis telah memberikan 'dasar ilmiah yang kuat' agar suntikan pembuat obat itu disetujui oleh lebih dari 40 negara dan oleh WHO.

Tiongkok sebagai negara asal Sinovac, telah mengerahkan ratusan juta dosis vaksin Sinopharm dan Sinovac di dalam negeri. Mereka juga telah mengekspornya ke banyak negara, terutama di Afrika, Asia, dan Amerika Latin.
(FIR)