FITNESS & HEALTH

Kian Menjamur saat Pandemi, Apa Saja Plus-Minus Layanan Telemedicine?

Raka Lestari
Jumat 02 Juli 2021 / 16:24
Jakarta: Telemedicine adalah penggunaan informasi elektronik dan teknologi telekomunikasi. Tujuannya, untuk mendapatkan perawatan kesehatan yang dibutuhkan saat menerapkan social distancing.

Jika ingin menggunakan layanan telemedicine, yang kamu butuhkan hanyalah ponsel atau perangkat dengan internet untuk melakukan konsultasi medis. Dengan cara ini, kamu bisa melindungi diri dan juga penyedia layanan kesehatan dari risiko covid-19.
 

Plus minus penggunaan telemedicine


Telemedicine dapat membantu mengobati berbagai kondisi medis. Layanan ini bisa sangat membantu ketika seseorang mencari perawatan dari dokter yang memenuhi syarat dan memberikan rincian yang jelas tentang gejala mereka.

Beberapa manfaat lain dari penggunaan telemedicine adalah biaya yang lebih rendah karena pasien tidak harus mengeluarkan biaya untuk ke rumah sakit. Penggunaan telemedicine ini bisa sangat bermanfaat untuk tujuan pencegahan.

Namun, telemedicine mungkin tidak cocok untuk setiap orang atau situasi. Ada beberapa potensi kerugian saat menggunakan telemedicine dibandingkan metode perawatan tradisional. Dilansir dari Medical News Today, salah satunya adalah penggunaan asuransi.

Tidak semua asuransi bisa digunakan untuk seluruh layanan telemedicine. Selain itu, penggunaan telemedicine juga tidak disarankan dalam situasi darurat.

Ketika seseorang membutuhkan perawatan darurat, mengakses telemedicine terlebih dahulu dapat menunda perawatan. Terutama karena dokter tidak dapat memberikan perawatan yang menyelamatkan jiwa atau tes laboratorium secara digital.
 

Layanan telemedicine di Indonesia


Di Indonesia sendiri, layanan telemedicine sudah memiliki regulasi tersendiri. Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 20 Tahun 2019. Layanan telemedis itu juga tak terbatas pada konsultasi saja. Ada juga pelayanan teleradiologi, tele-EKG, tele-USG, dan lain-lain. Hal ini tertulis dalam Pasal 3.

Saat ini ada banyak sekali perusahaan rintisan (start up) di bidang kesehatan untuk bisa menunjang kebutuhan layanan telemedicine di Indonesia. Beberapa perusahaan tersebut bisa digunakan hanya dengan mengunduh aplikasi.

Beberapa aplikasi layanan telemedicine yang bisa dipilih di antaranya adalah Halodoc, Alodokter, SehatQ, Klikdokter, Yesdok, Doktersehat, Dokterpedia, Maudok, dan lain-lain. Kementerian Kesehatan RI sendiri mempunyai layanan telemedicine. Fasilitas itu dinamakan Telemedicine Indonesia alias Temenin.
 

Hotline Kemenkes


Jika ada rekan-rekan atau anggota keluarga yang terkena covid-19 maka segeralah menghubungi Satuan Tugas (SATGAS) COVID. Nomor SATGAS COVID Jakarta adalah 119 atau 081-112-112-119 atau 081-388-376-955. Untuk nomor SATGAS COVID di daerah silahkan mencari di google atau kontak Puskesmas terdekat di tempat masing-masing.
(FIR)