FITNESS & HEALTH

Berapa Lama Pasien Mengalami Long Covid setelah Sembuh dari Covid-19?

Raka Lestari
Sabtu 25 September 2021 / 11:28
Jakarta: Ketika seseeorang terinfeksi covid-19, selain menyerang imunitas tubuh dan menyebabkan peradangan, virus SARS-CoV-2 juga menyerang organ tubuh lain. Seperti paru-paru, jantung, dan otak.

Pada sebagian pasien, gejala akibat reaksi peradangan dan gangguan organ tersebut dapat menetap hingga beberapa minggu. Bahkan lebih dari 3 bulan setelah dinyatakan sembuh dari covid-19. Istilah ini sering disebut dengan long covid.

"Istilahnya sendiri ada banyak. Ada yang menyebutnya long covid, post covid, post-acute sequels of SARS-CoV-2 (PASC), atau long haulers," kata dr. Franciscus Ari, Sp.PD, Doker Spesialis Penyakit DAlam di RS Pondok Indah - Bintaro Jaya, dalam Webinar: Tuntaskan Gejala Sisa Pasca Covid-19.

Akan tetapi menurut dr. Ari, intinya adalah ada gejala yang menetap atau terkadang bisa juga relaps. Relaps maksudnya sempat hilang, lalu muncul kembali setelah sembuh.

"Atau malah ada gejala baru. Pada saat terkena covid-19 tidak ada, tetapi setelah sembuh muncul gejala baru. Biasanya long covid ini berlangsung lebih dari 4 minggu," tuturnya.

"Berapa lama biasanya long covid ini? Sampai saat ini penelitiannya masih berjalan terus. Ada yang menyebutkan 3 bulan, 6 bulan, 9 bulan, atau bahkan setahun atau lebih dari setahun," jelas dr. Ari.

Menurutnya, long covid ini tidak hanya menyebabkan gangguan fisik tetapi juga mental atau bahkan sosial. Gangguan fisik itu seperti batuk, sesak, kehilangan indra penciuman atau perasa. Sedangkan mental atau psikologis itu, efek long covid ini karena sesak bisa mengganggu kehidupan sosial seseorang.

"Karena gampang capek, misalnya dia pekerja lapangan jadi sulit melakukan pekerjaannya. Akhirnya mengganggu kualitas hidup pasien," jelas dr. Ari.

"Long covid ini juga tidak hanya dialami oleh pasien yang memiliki gejala berat. Bisa juga dialami oleh pasien yang gejala ringan atau bahkan tanpa gejala. Bahkan ada penelitian di Inggris yang menemukan bahwa long covid ini lebih sering terjadi pada mereka yang masih usia muda. Mungkin karena usia muda lebih fit, sehingga ketika ada gangguan sedikit bisa langsung dirasakan," tutup dr. Ari.
(FIR)