FITNESS & HEALTH

Peran Keluarga Menjaga Kesehatan Anak di Masa Pandemi

Raka Lestari
Sabtu 24 Juli 2021 / 06:10
Jakarta: Pada masa pandemi covid-19 seperti sekarang, peran keluarga sangat penting dalam melindungi anak dari covid-19. Apalagi beberapa waktu terakhir jumlah angka positif covid-19 pada anak-anak ikut meningkat tajam. Untuk itu, peran orang tua pada masa-masa seperti ini sangatlah diperlukan.

“Di masa pandemi covid-19 ini, mungkin kita semua sudah memahami betul bahwa terjadi peningkatan yang cukup besar terhadap penularan covid-19 pada anak,” ujar dr. Erna Mulati, MSc. CMFM, Direktur Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan, dalam acara Temu Media Hari Anak Nasional Tahun 2021.

Terutama 2-3 minggu terakhir ini. Dari data yang kami peroleh, awal Juli sampai tanggal 11 Juli itu ada sekitar Rp50 ribu lebih anak Indonesia yang terpapar covid-19 dari usia 0 - 18 tahun. Dan tentu ini jauh lebih besar dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya.

"Dan tentunya ini memberi dampak yang cukup signifikan terhadap potensi masalah yang mungkin timbul. Tidak saja bagi keluarga tapi juga bagi masyarakat dan tentunya kita sebagai unsur pemerintah,” jelas dr. Erna.

“Itulah sebabnya sejak awal pandemi covid-19 kita sangat-sangat menekankan betul bagaimana keluarga sebagai orang yang terdekat dari anak-anak tersebut mempunyai peran yang aktif dan juga mempunyai literasi yang cukup baik dalam menjaga anak-anak mereka,” ujar dr. Erna.

Menurut dr. Erna, orang tua atau orang dewasa yang dekat dengan anak-anak perlu memberikan informasi yang mudah dimengerti terkait dengan, bagaimana melakukan pencegahan agar anak-anak tersebut itu tidak terkena covid-19. Di samping tentunya, pemberian vaksinasi yang telah dimulai sekitar sebulan yang lalu untuk anak-anak usia 12 - 17 tahun.

“Kemudian kita juga mengingatkan edukasii agar anak-anak selalu menggunakan masker semaksimal mungkin, dimanapun dia berada. Dan juga mengajarkan mereka bagaimana cara menggunakan masker dengan benar dan juga bagaimana cara melepas masker dengan benar. Tentunya ini diperuntukkan untuk anak-anak diatas usia 2 tahun,” saran dr. Erna.

Menurut dr. Erna jika anak ada faktor risiko tertular, maka harus menghubungi puskesmas setempat. Terlebih lagi jika ia bergejala.

Kemudian juga bagaimana orang tua mengajarkan anak-anak yang sudah lumayan bisa mengerti untuk melakukan berbagai kegiatan untuk hidup sehat. Baik dalam hal makanan, yang dimana peran keluarga sangat penting.

“Dan juga terkait dengan berjemur, serta terkait dengan PHBS lainnya. Dan juga utamanya adalah anak-anak usia sekolah dan remaja untuk selalu berpikir positif. Kemudian yang tidak kalah penting adalah bagaimana menjaga diri untuk selalu berada di rumah dan menghindari teman-teman lainnya ataupun masyarakat secara umum,” tutup dr. Erna.
(FIR)