FITNESS & HEALTH

Sering Dianggap Sama, Inilah Perbedaan Deodoran dengan Antiperspirant

Raka Lestari
Rabu 21 Juli 2021 / 10:23
Jakarta: Antiperspirant dan deodoran memiliki kegunaan yang berbeda. Kegunaan dari antiperspirant dapat mengurangi jumlah keringat, sedangkan deodoran hanya dapat membantu menghilangkan bau badan yang terkait dengan keringat.

Antiperspirant diformulasikan dengan aluminium klorida dan senyawa aluminium lainnya, yang menghalangi pembukaan kelenjar keringat yang dikenal sebagai saluran keringat. 

"Antiperspirant sangat ideal bagi mereka yang ingin mengurangi basah atau merasa berkeringat lebih banyak dari biasanya," ungkap Kiran Mian, DO, seorang dokter kulit di New York.

Berkeringat adalah cara tubuh mengatur suhunya. Saat kelembapan menguap dari kulit, itu mendinginkan tubuh. Meskipun normal dan sehat untuk berkeringat saat berolahraga atau merasa panas, beberapa orang mengalami kondisi yang disebut hiperhidrosis.


(Mian mengatakan Keringat sebenarnya tidak berbau. Bau badan berasal dari produk sampingan keringat saat bakteri memecahnya. Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)


Kondisi ini adalah ketika seseorang berkeringat lebih banyak dari biasanya. Untuk orang dengan kondisi ini, antiperspirant yang dijual bebas atau resep dapat membantu mengontrol keringat.

Sedangkan, deodoran tidak menghentikan keringat seperti antiperspirant, tetapi bekerja untuk mengontrol bau yang berhubungan dengan keringat. "Keringat sebenarnya tidak berbau. Bau badan berasal dari produk sampingan keringat saat bakteri memecahnya," tutur Mian. 

Deodoran biasanya berbasis alkohol dan bekerja dengan menciptakan lingkungan yang lebih asam pada kulit, sehingga mengurangi bakteri yang menyebabkan bau. "Mereka yang tidak memiliki masalah dengan keringat berlebih tetapi ingin menghilangkan bau badan sebaiknya menggunakan deodoran," kata Mian.

 

Lantas, mana yang harus dipilih antara keduanya?


Jika kamu ingin mengontrol keringat dan menghindari ketiak basah, sebaiknya gunakan antiperspirant. Tetapi jika kamu tidak mengalami berkeringat berlebihan, dan hanya ingin membatasi bau badan dan aroma segar maka hanya perlu deodoran.

Tentu saja, jika kamu menggunakan antiperspirant untuk mengatur keringat maka kamu juga akan mengurangi bau badan. Ingat, bau adalah produk sampingan dari keringat dan bakteri.


(Kegunaan dari antiperspirant dapat mengurangi jumlah keringat. Foto: Ilustrasi. Dok. Freepik.com)


Orang dengan fungsi ginjal kurang dari 30 persen mungkin tidak dapat membersihkan aluminium dalam antiperspiran dari sistem mereka secara efisien.

“Namun bagi mereka yang tidak memiliki penyakit ginjal, antiperspirant tidak menimbulkan risiko kesehatan dan tidak berbahaya bagi orang dengan atau tanpa hiperhidrosis untuk digunakan,” tutup Mian.

(yyy)