FITNESS & HEALTH

Gejala dan Penyebab Terjadinya Sinusitis yang Sangat Mengganggu

Raka Lestari
Jumat 26 November 2021 / 16:10
Jakarta: Sinusitis terjadi ketika ruang di dalam hidung dan kepala (sinus) membengkak dan meradang selama 3 bulan atau lebih, meskipun telah diobati. Kondisi ini mengganggu cara lendir biasanya mengalir, dan membuat hidung menjadi tersumbat. Bernapas melalui hidung mungkin sulit, dan area di sekitar mata mungkin akan terasa bengkak atau nyeri.
 

Gejala

Tanda dan gejala umum sinusitis meliputi:


- Peradangan hidung.
- Keluarnya cairan kental dan berubah warna dari hidung (pilek).
- Drainase di bagian belakang tenggorokan (drainase postnasal).
- Hidung tersumbat yang menyebabkan kesulitan bernapas melalui hidung.
- Nyeri, nyeri tekan, dan bengkak di sekitar mata, pipi, hidung, atau dahimu.
- Mengurangi indera penciuman dan rasa.
 

Tanda dan gejala lain dapat mencakup:


- Sakit telinga.
- Sakit kepala.
- Sakit di rahang atas dan gigi.
- Batuk atau nyeri tenggorokan.
- Sakit tenggorokan.
- Bau mulut.
- Kelelahan.

Sinusitis kronis dan sinusitis akut memiliki tanda dan gejala yang sama. Tetapi sinusitis akut adalah infeksi sementara pada sinus yang sering dianggap sebagai pilek.

Tanda dan gejala sinusitis kronis berlangsung setidaknya 12 minggu, tetapi beberapa mungkin mengalami beberapa episode sinusitis akut sebelum berkembang menjadi sinusitis kronis. Demam bukanlah tanda umum dari sinusitis kronis, tetapi mungkin sinusitis akut.
 

Penyebab

Penyebab umum sinusitis meliputi:


- Polip hidung: Pertumbuhan jaringan ini dapat menyumbat saluran hidung atau sinus.

- Septum hidung menyimpang (deviated nasal septum): Septum (dinding di antara lubang hidung) yang bengkok dapat membatasi atau menghalangi saluran sinus, membuat gejala sinusitis lebih buruk.

- Kondisi medis lainnya: Komplikasi kondisi seperti cystic fibrosis, HIV dan penyakit terkait sistem kekebalan lainnya dapat menyebabkan penyumbatan hidung.

- Infeksi saluran pernapasan: Infeksi pada saluran pernapasan (paling sering pilek) dapat menginfeksi dan menebalkan selaput sinus dan menghalangi drainase lendir. Infeksi ini dapat disebabkan oleh virus atau bakteri.

- Alergi seperti demam: Peradangan yang terjadi dengan alergi dapat memblokir saluran sinus.
(FIR)