FITNESS & HEALTH

Cara Mengetahui Tingkat Efektivitas dan Keamanan Vaksin Covid-19

Raka Lestari
Rabu 06 Januari 2021 / 14:59
Jakarta: Saat ini pemrintah Indonesia sedang mempersiapkan proses vaksinasi untuk seluruh masyarakat. Dan memang, masih banyak masyarakat yang merasa khawatir dengan keamanan dan efektivitas vaksin covid-19

Hal ini tentu sangat disayangkan, mengingat vaksin bisa menjadi salah satu cara untuk mencegah penularan covid-19.

Menurut Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, SpP, MARS, DTM&H, DTCE, seorang praktisi kesehatan, ada banyak faktor untuk mengetahui keamanan dan efektivitas vaksin. 

“Ada faktor aman, ada faktor efektif, ada faktor cara pembuatan yang baik, macam-macam caranya ya. Tapi kita bicara soal aman dan efektif saja karena itu dua hal yang paling umum sebenarnya.”

“Saya rasa sebagian besar kita sudah tahu bagaimana uji meneliti vaksin itu. Dan uji meneliti vaksin itu bukan persoalan yang sederhana. Itu uji yang sangat teliti, sangat rumit dan membutuhkan ketelitian yang sangat tinggi dan ada banyak tahapnya,” ujar Prof. Tjandra dalam sesi QnA Mengenai Vaksin Covid-19, yang ditayangkan laman YouTube Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Ia menjelaskan, “Uji tahap pertama adalah uji pre klinik. Ini uji di laboratorium pada binatang percobaan. Kalau lulus uji pre klinik baru masuk ke uji klinik, yang dilakukan pada manusia. Uji klinik pada manusia pun bukan cuma satu. Ada uji klinik fase 1, ada uji klinik fase 2, ada uji klinik fase 3,” ujar Prof. Tjandra.


vaksin
(Sesudah ada surat izin dari BPOM kata Prof. Tjandra vaksin bisa dipastikan keamanan dan efektivitasnya. Foto: Ilustrasi/Unsplash.com)


“Jadi memang semua tahapnya harus dilalui dan keamanan dan efektivitas dinilai dari semua tahap itu. Kalau semua sudah lulus tahap pertama, naik ke tahap kedua, artinya di tahap itu oke buat aman dan efektif, naik lagi ke tahap berikutnya, oke buat aman dan efektif, naik lagi ke tahap berikutnya, oke buat aman dan efektif. Sesudah nanti selesai uji klinik fase tiga, maka keluarlah angka keamanan dan efektivitas vaksin itu,” tutur Prof. Tjandra.

Sesudah melewati uji klinik fase 3, menurut Prof. Tjandra vaksin yang dihasilkan tersebut kemudian harus diuji dan dinilai kembali oleh badan yang khusus menangani itu. 

“Untuk Indonesia namanya adalah Badan Pengawasan Obat dan Makanan atau BPOM, di negara lain berbeda-beda namanya,” jelas Prof. Tjandra.

“Kalau semua sudah berjalan dengan baik maka BPOM akan mengeluarkan surat izin. Bisa surat izin tetap kalau hasilnya sudah maksimal semua atau surat izin sementara kalau kita pakai situasi memang pada saat covid-19 seperti sekarang ini,” tambah Prof. Tjandra.

Sesudah ada surat izin dari BPOM, Prof. Tjandra menyebut bahwa bisa dipastikan keamanan dan efektivitas sudah dinilai oleh badan yang sangat kompeten untuk menangani masalah vaksin. 

“Sehingga vaksin yang sudah lolos dari berbagai uji dan lolos dari BPOM merupakan vaksin yang aman dan efektif untuk dapat diberikan pada manusia sesuai dengan nilai yang ada sesuai dengan hasil uji kliniknya,” tutup Prof. Tjandra.
(TIN)