FITNESS & HEALTH

Uji Klinis Tahap 3 Vaksin Covid-19, Reaksi Tubuh Relawan Sesuai Ekspektasi

Raka Lestari
Rabu 07 Oktober 2020 / 21:39
Jakarta: Proses uji klinis tahap tiga Covid-19 masih terus berlangsung. Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 Unpad, Kusnandi Rusmil mengatakan bahwa selama penelitian, reaksi tubuh yang terjadi pada relawan sesuai dengan ekspektasi yakni, relawan hanya mengalami demam.

“Sesuai dengan harapan kami, perkembangan sudah cukup baik karena kita sudah memeriksa lebih dari 1700 orang. sedangkan yang diperlukan sekitar 1620 orang. Untuk yang mendaftar sendiri sampai 2200 orang, kemudian sudah 1700 yang diperiksa jadi itu sudah melebihi perkiraan,” ujar Kusnandi.

Sampai saat ini, menurut Kusnadi, sudah sekitar 600 relawan yang mendapatkan suntikan kedua. Sedangkan sudah 900 orang mendapat suntikan pertama.

"Jadi rasanya minggu depan semua sudah selesai dan tinggal kita pantau saja selama enam bulan,” ujar Kusnandi.

“Selama penelitian ini, reaksi yang terjadi sesuai dengan ekspektasi kita yaitu hanya keluhan ringan seperti panas, nyeri di tempat suntikan, sama seperti imunisasi pada bayi di puskesmas. Kalau yang reaksinya sampai pingsan atau dirawat di rumah sakit karena imunisasi tidak ada. Sampai saat ini masih dalam perkiraan kita,” ujar Kusnandi.

Menurut Kusnandi, memang ada relawan yang mengundurkan diri sebanayk 12 orang, tetapi itu bukan karena alasan medis. Mayoritas beralasan karena ada keperluan, seperti pindah kerja, berhalangan, atau mendadak harus pergi karena pekerjaan. Bukan karena alasan medis.

“Kalau untuk kendala menurut saya tidak ada. Sama saja seperti uji klinis lainnya. Hanya saja justru kendalanya adalah banyak info yang tidak benar tentang vaksin diluaran sana. Banyak orang di luaran yang bercerita tentang macam-macam, sehingga orang menjadi ragu,” kata Kusnandi.

Untuk gambaran uji klinis tahap 3 ini, Kusnandi menjelaskan sedang melakukan tiga aspek penting yaitu dari segi keamanan, reaksi lokal, dan reaksi sistemik.

“Reaksi lokal itu dilihat, di tempat suntikan itu ada merah atau bengkak tidak. Dan seberapa besar merah dan bengkaknya, itu yang diukur. Reaksi lokal itu sampai saat ini masih normal,” jelas Kusnandi.

“Sedangkan untuk reaksi sistemik, diukur seberapa panasnya, demamnya, dan nyerinya. Dan sampai saat ini itu semua masih dalam batas sesuai jadi saya rasa sekarang ini masih dalam jalur yang memang sudah diperkirakan,” tutup Kusnandi.
(FIR)