FITNESS & HEALTH

Tim Task Force Provinsi Jabar Apresiasi Penanganan Covid-19 di Kota Bogor

Raka Lestari
Jumat 09 Oktober 2020 / 19:21
Jakarta: Tim task force Provinsi Jawa Barat kembali mengunjungi Kota Bogor. Dipimpin Staf Khusus Menteri Bidang Hukum Kesehatan Kuwat Sri Hudoyo, kehadiran tim Task force bertujuan melihat perkembangan penanganan covid-19 sekaligus sebagai bentuk evaluasi kunjungan sebelumnya.

Diketahui bahwa Kota Bogor menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Mikro dan Komunitas (PSBMK) untuk penanganan covid-19. Kebijakan lokal dari Pemda ini diharapkan tepat untuk menurunkan kasus baru. Sebab skala mikro melihat pergerakan pasien positif dalam skala kecil, sehingga penerapannya diharapkan betul-betul tepat sasaran.

“Berdiam diri di rumah tidak memberikan kepastian tidak terkena covid-19, sepanjang salah satu anggota masih keluar rumah atau menerima tamu dan tidak menerapkan protokol kesehatan, maka masih ada kemungkinan terkena (covid-19) dan menyebar di keluarga,” ujar Kuwat.

“Kluster keluarga ini dikhawatirkan menjadi semakin besar. Dengan isolasi di fasilitas Pemerintah bisa menjadi solusi karena protokol kesehatan di dalam rumah sulit diterapkan semua keluarga. Selain itu di rumah harus ada yang mengawasi karena tidak semua paham mengenai covid-19 ini,” tambah Kuwat.

Saat ini kesiapan RS ataupun Non RS dalam penanganan pasien covid-19 memiliki kapasitas 341 Tempat Tidur (TT), sudah terisi 181 TT di 21 RS dan 122 TT di Non RS/BNN Lido sudah terisi 20 TT. Sebanyak 16.353 telah dilakukan tes PCR di Kota Bogor.

“Kami mempunyai target tes PCR 1000/minggu dengan prioritas kontak erat, pasien RS atau Puskesmas, perkantoran, pertokoan, massal, tenaga kesehatan dan non tenaga kesehatan” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Sri Nowo Retno

Kuwat menyampaikan bahwa sistem penanganan covid-19 di wilayah lain dapat meniru dari model Kota Bogor, karena sistem dari pelaporan harian maupun mingguan mendetail. Sehingga kebijakan yang diambil tepat dan akurat untuk menurunkan kasus.

Diharapkan agar masyarakat dapat menggunakan isolasi mandiri yang disediakan pemerintah, agar penularan dalam rumah tangga ini tidak semakin banyak. Dan tentunya dapat tertangani dengan tepat oleh tenaga kesehatan yang sudah disiapkan.
(FIR)