FITNESS & HEALTH

Mengenal Endometriosis, Si Penyebab Nyeri Hebat saat Menstruasi

Raka Lestari
Selasa 27 April 2021 / 14:15
Jakarta: Periode menstruasi memang terasa tidak nyaman bagi wanita. Namun, untuk sebagian wanita, periode menstruasi tak hanya terasa tidak nyaman saja, tapi juga sangat menyiksa karena rasa nyeri dahsyatnya. 

Lantas, apa penyebabnya dan bagaimana cara penanganannya?

Nyeri haid adalah nyeri atau kram di area perut yang dialami pada saat menjelang atau selama haid. Sebagian besar nyeri haid disebabkan oleh otot-otot rahim yang berkontraksi.

Dikatakan tidak normal apabila nyeri haid bertambah berat hingga menyebabkan seorang wanita tidak dapat beraktivitas normal, atau nyeri tidak membaik bahkan setelah mengonsumsi obat nyeri.

dr. Moh. Luky Satria Syahbana Marwali, Sp.OG-KFER selaku Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Konsultan Fertilitas, Endokrinologi, dan Reproduksi di RS Pondok Indah IVF Centre menjelaskan bahwa nyeri haid yang tidak normal ini sering disebabkan oleh endometriosis.


(Dikatakan tidak normal apabila nyeri haid bertambah berat hingga menyebabkan seorang wanita tidak dapat beraktivitas normal. Foto: Ilustrasi. Dok. Freepik.com)


"Endometriosis adalah jaringan yang membentuk lapisan dalam rahim juga tumbuh di luar rahim. Kondisi ini dapat tumbuh pada organ lain di dalam panggul atau perut, dan menyebabkan perdarahan, infeksi, serta nyeri panggul," ujar dr. Luky.

Menurutnya, nyeri endometriosis dapat berupa rasa sakit, kram, perasaan terbakar yang dapat dirasakan cukup ringan, atau bahkan sangat parah hingga menurunkan kualitas hidup.

"Endometriosis memang tidak dapat disembuhkan secara menyeluruh, hanya dapat ditangani sesuai dengan tahapannya. Penanganan endometriosis dapat dilakukan dengan konsumsi obat pereda nyeri, obat hormonal, penyesuaian gaya hidup, ataupun tindakan pembedahan pada kasus yang sudah berat," ujar dr. Luky.

Cara penanganan endometriosis


Penyesuain gaya hidup dapat dimulai dari pemilihan asupan makanan yang tepat. Ada beberapa makanan yang sebaiknya dihindari oleh penderita endometriosis, seperti: makanan olahan, produk olahan dari sapi (dairy product), makanan yang mengandung gluten dan kedelai. Penderita endometriosis juga disarankan menghentikan kebiasaan merokok dan minum alkohol, serta mengurangi asupan kafein.


(Menu makanan yang banyak mengandung serat seperti buah dan sayur sangat baik untuk wanita dengan endometriosis. Foto: Ilustrasi. Dok. Freepik.com)


"Wanita dengan endometriosis disarankan memperbanyak konsumsi makanan berserat seperti buah-buahan dan sayur-sayuran, konsumsi makanan yang kaya omega 3 seperti ikan kembung, ikan salmon, dan makanan yang mengandung magnesium yang tinggi, seperti alpukat, pisang, dan sayuran hijau," tutup dr. Luky.
(yyy)