FITNESS & HEALTH

Ini Dia 5 Manfaat Berpuasa

Achmad Firdaus
Jumat 30 April 2021 / 11:42
Jakarta: Puasa adalah praktik yang sudah ada sejak berabad-abad lalu dan memainkan peran sentral dalam banyak budaya dan agama. Didefinisikan sebagai kegiatan pantang dari semua atau beberapa makanan atau minuman untuk jangka waktu tertentu, ada banyak cara puasa yang berbeda tetapi banyak manfaat berpuasa.

Secara umum, sebagian besar jenis puasa dilakukan selama 24–72 jam. Bagi umat Islam, puasa dilakukan selama satu bulan penuh di bulan Ramadan. Puasa telah terbukti memiliki banyak manfaat kesehatan, mulai dari penurunan berat badan hingga fungsi otak yang lebih baik.

Berikut 8 manfaat berpuasa bagi kesehatan: 

1. Meningkatkan Kontrol Gula Darah dengan Mengurangi Resistensi Insulin

Beberapa penelitian telah menemukan bahwa manfaat berpuasa adalah dapat meningkatkan kontrol gula darah, yang sangat berguna bagi mereka yang berisiko diabetes. Faktanya, satu penelitian pada 10 orang dengan diabetes tipe 2 menunjukkan bahwa puasa intermiten jangka pendek secara signifikan menurunkan kadar gula darah.

Sementara itu, ulasan lain menemukan bahwa puasa intermiten dan puasa alternatif sama efektifnya dengan membatasi asupan kalori dalam mengurangi resistensi insulin. Penurunan resistensi insulin dapat meningkatkan sensitivitas tubuh Anda terhadap insulin, memungkinkannya untuk mengangkut glukosa dari aliran darah ke sel Anda dengan lebih efisien.

2. Meningkatkan Kesehatan dengan Memerangi Peradangan

Meskipun peradangan akut adalah proses kekebalan normal yang digunakan untuk membantu melawan infeksi, peradangan kronis dapat menimbulkan konsekuensi serius bagi kesehatan Anda.Penelitian menunjukkan bahwa peradangan mungkin terlibat dalam perkembangan kondisi kronis, seperti penyakit jantung, kanker, dan rheumatoid arthritis.

Beberapa penelitian menemukan bahwa puasa dapat membantu menurunkan tingkat peradangan dan membantu meningkatkan kesehatan. Satu studi pada 50 orang dewasa sehat menunjukkan bahwa puasa intermiten selama satu bulan secara signifikan menurunkan tingkat penanda peradangan. Studi kecil lainnya menemukan efek yang sama ketika orang berpuasa selama 12 jam sehari selama satu bulan.

Terlebih lagi, satu penelitian pada hewan menemukan bahwa mengikuti diet sangat rendah kalori yang meniru efek puasa mengurangi tingkat peradangan dan bermanfaat dalam pengobatan multiple sclerosis, kondisi peradangan kronis.

3. Dapat Meningkatkan Kesehatan Jantung dengan Meningkatkan Tekanan Darah, Trigliserida dan Kadar Kolesterol

Penyakit jantung dianggap sebagai penyebab utama kematian di seluruh dunia, diperkirakan mencapai 31,5% kematian secara global. Mengubah pola makan dan gaya hidup Anda adalah salah satu cara paling efektif untuk mengurangi risiko penyakit jantung.
 
 


Beberapa penelitian telah menemukan bahwa manfaat berpuasa salah satunya adalah dalam hal kesehatan jantung. Satu studi kecil mengungkapkan bahwa delapan minggu puasa bergantian hari mengurangi kadar kolesterol LDL "jahat" dan trigliserida darah masing-masing sebesar 25% dan 32%.

Selain itu, satu studi pada 4.629 orang mengaitkan puasa dengan risiko penyakit arteri koroner yang lebih rendah, serta risiko diabetes yang jauh lebih rendah, yang merupakan faktor risiko utama penyakit jantung.

4. Dapat Meningkatkan Fungsi Otak dan Mencegah Gangguan Neurodegeneratif

Meskipun sebagian besar penelitian terbatas pada penelitian pada hewan, beberapa penelitian telah menemukan bahwa puasa dapat memiliki efek yang kuat pada kesehatan otak. Satu studi pada tikus menunjukkan bahwa berlatih puasa intermiten selama 11 bulan meningkatkan fungsi otak dan struktur otak.

Penelitian pada hewan lain telah melaporkan bahwa puasa dapat melindungi kesehatan otak dan meningkatkan produksi sel saraf untuk membantu meningkatkan fungsi kognitif. Karena puasa juga dapat membantu meredakan peradangan, puasa juga dapat membantu mencegah gangguan neurodegeneratif.

Secara khusus, penelitian pada hewan menunjukkan bahwa puasa dapat melindungi dan meningkatkan hasil untuk kondisi seperti penyakit Alzheimer dan Parkinson. Namun, lebih banyak penelitian diperlukan untuk mengevaluasi efek puasa pada fungsi otak pada manusia.

5. Membantu Penurunan Berat Badan dengan Membatasi Asupan Kalori dan Meningkatkan Metabolisme

Banyak pelaku diet yang berpuasa mencari cara cepat dan mudah untuk menurunkan berat badan. Secara teoritis, berpantang dari semua atau makanan dan minuman tertentu akan menurunkan asupan kalori Anda secara keseluruhan, yang dapat menyebabkan peningkatan penurunan berat badan seiring waktu.

Beberapa penelitian juga menemukan bahwa puasa jangka pendek dapat meningkatkan metabolisme dengan meningkatkan kadar neurotransmitter norepinefrin, yang dapat meningkatkan penurunan berat badan.

Faktanya, satu ulasan menunjukkan bahwa puasa sepanjang hari dapat mengurangi berat badan hingga 9% dan secara signifikan menurunkan lemak tubuh selama 12-24 minggu.

Ulasan lain menemukan manfaat berpuasa selama 3-12 minggu sama efektifnya dalam mendorong penurunan berat badan sebagai pembatasan kalori terus menerus dan penurunan berat badan dan massa lemak masing-masing hingga 8% dan 16%. Selain itu, puasa ternyata lebih efektif daripada pembatasan kalori dalam meningkatkan kehilangan lemak sekaligus menjaga jaringan otot.
(ACF)