FITNESS & HEALTH

Apakah Melakukan Gargle Bisa Mengatasi Sakit Tenggorokan saat Terinfeksi Covid-19?

Raka Lestari
Rabu 16 Maret 2022 / 14:14
Jakarta: Pada masa pandemi covid-19, ada beberapa kebiasan baru yang dilakukan masyarakat. Salah satunya adalah kebiasaan melakukan gargle.

Gargle atau berkumur di pangkal tenggorok merupakan cara untuk membersihkan kuman yang sudah masuk dari saluran pernapasan atas dan bersarang di tenggorokan.

Mengenai kebiasaan gargle untuk mengatasi sakit tenggorokan ketika terinfeksi covid-19, Ketua Kelompok Studi Laring Faring Perhati-KL, dr. Arie Cahyono, Sp.T.H.T.K.L.(K) menjelaskan, pada dasarnya gargling berfungsi membuat nyaman di tenggorokan. Jadi dari cairannya itu dia akan menghilangkan bakteri, virus, atau debris yang ada di permukaan tenggorokan.  

“Dan kandungan zat kimianya dapat mematikan bakteri atau virus yang ada di permukaan. Dengan melakukan gargle, akan memberi tambahan karena sifatnya adjuvant pada tatalaksana nyeri tenggorokan,” jelas dr. Arie, dalam Press Launch Kampanye Waktu Indonesia Gargle.

Menurut dr. Arie penyebab dasar nyeri tenggorok tersebut juga harus diobati. Misalnya Omicron tentu harus diobati sesuai dengan tatalaksana covid-19. Atau radang amandel, tentu harus diobati sesuai dengan tatalaksana pada radang amandelnya,” kata dr. Arie.

“Penambahan gargle ini adalah untuk memberi rasa nyaman dan diharapkan pasien juga bisa lebih cepat pulih karena nyeri tenggorokan akan cepat berkurang, intact makanan lebih bagus. Jika ingin melakukan gargle, 2 kali sehari juga sudah cukup,” saran dr. Arie.

Lebih lanjut dr. Arie mengatakan, untuk melakukan gargle tidak hanya dengan antiseptik. Kamu juga bisa dengan bahan natural seperti teh hijau, air putih, atau air garam. Dengan antiseptik mungkin cukup 2 kali sehari, yaitu pagi dan sore hari.

“Pada siang hari apabila perlu, bisa kombinasikan gargle itu dengan air garam atau air putih biasa. Kalau dengan air garam atau air putih biasa mungkin tidak ada batasannya seperti kita minum. Dan juga jangan lupa, pemakaian antiseptik menurut penelitian sampai 4 jam itu masih efektif. Tidak usah terlalu sering juga sudah efektif dia,” tutup dr. Arie.
(FIR)