FITNESS & HEALTH

GeNose C19, Alat Canggih Buatan UGM untuk Deteksi Covid-19

Yatin Suleha
Minggu 01 November 2020 / 22:19
Jakarta: Dalam situasi pandemi covid-19 berbagai upaya terus dilakukan. Salah satunya yang turut membanggakan adalah deteksi cepat gejala covid-19 ciptaan tim Universitas Gadjah Mada. GeNose C19 merupakan kepanjangan dari Gadjah Mada Electronic Nose C19.

Dalam laman resmi Ugm.ac.id, Rektor UGM, Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng., IPU, ASEAN Eng mengatakan, "Progress dari inovasi GeNose yang sekarang dalam proses untuk uji klinis, uji diagnosis, dan menunggu izin edar dari Kementerian Kesehatan,” pada Senin, 10 Oktober 2020 silam.

Alat ini juga telah dicoba oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X di Kompleks Kepatihan dikesempatan yang sama. Pengujian dilakukan dengan menghembuskan napas ke dalam masker non-rebreathing yang akan disambungkan dengan perangkat GeNose.

GeNose adalah hidung elektronik yang bekerja dengan sistem pengindraan atau sensor untuk mengenali pola senyawa. GeNose dirancang untuk mengenali pola Volatile Organic Compound yang terbentuk dari infeksi covid-19 dan terbawa dalam napas manusia.

Alat ini merupakan salah satu produk inovasi UGM yang dapat digunakan untuk mendeteksi covid-19 secara cepat dan akurat. Anggota tim peneliti GeNose dr. Dian Kesumapramudya N., Sp.A., M.Sc., Ph.D., menerangkan bahwa GeNose dapat digunakan sebagai salah satu metode skrining bersama rapid test serta PCR.  

Ditemui dalam kesempatan yang berbeda yaitu webinar “Menavigasi Pemulihan Kesehatan dan Ekonomi Nasional di Tengah Pandemi” pada 28 Oktober 2020, Rektor UGM Prof. Ir. Panut Mulyono menyampaikan bahwa sumbangsih UGM dalam penanganan covid-19 ini adalah dengan mengembangkan berbagai produk serta inovasi yang diharapkan dapat mempercepat penanganan pandemi covid-19 serta pemulihan ekonomi. 

”Kunci keberhasilan penanganan pendemi dan pemulihan ekonomi adalah inovasi kebijakan dan teknologi serta kolaborasi lintas bidang dan sektoral,” ujar Prof. Panut.

GeNose C19 saat ini masih dalam tahap uji coba. “Akurasi alat ini sebesar 97 persen. Ini baru hasil validasi mesin, belum ada validasi medis,” ungkap dr. Dian K Kurniawan, Tim Covid-19 GeNose C19.

GeNose C19 mampu bekerja secara paralel melalui proses diagnosis yang tersentral di dalam sistem sehingga validitas data dapat terjaga untuk semua alat yang terkoneksi. 

Alat ini juga dilengkapi dengan teknologi kecerdasan buatan (AI), yang apabila digunakan, akan makin banyak data yang tersimpan dalam GeNose C19. Data tersebut akan membuat alat ini makin pintar dan akurat dalam diagnosisnya.
(TIN)