FITNESS & HEALTH

Ibu Hamil dan Menyusui Belum Boleh Vaksinasi Covid-19, Ini Solusinya

Rendy Renuki H
Jumat 02 April 2021 / 19:41
Jakarta: Pemerintah telah melakukan vaksinasi Covid-19 yang sudah berjalan hingga tahap kedua. Namun kelompok ibu hamil dan menyusui masih belum diperbolehkan menjadi penerima vaksin.

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 yang dikeluarkan 2 Januari 2021, juga tidak menyertakan kelompok ibu hamil dan menyusui ke dalam kelompok prioritas penerima vaksin.

Perkumpulan Dokter Kebidanan dan Kandungan Indonesia (POGI) menyatakan ibu hamil belum direkomendasikan mendapatkan vaksinasi Covid-19. Karena penelitian yang ada belum melibatkan kelompok ibu hamil dan menyusui.

"Belum ada bukti ilmiahnya. Ibu hamil termasuk populasi rentan yang harus dilindungi dengan cara patuhi protokol kesehatan," kata dr. I Wayan Sumo Yoga, Spesialis Kebidanan dan Kandungan Siloam Hospital Balikpapan, lewat keterangan tertulisnya, Jumat 2 April 2021.

"Karena itu solusinya, suami dan anggota keluarga dewasa di rumah segera divaksinasi. Diimbau agar mendaptkan jenis vaksin yang sama, agar terbentuk kekebalan tubuh yang optimal," lanjutnya.

Dia pun menjelaskan, bagi perempuan yang berenvana mengikuti program kehamilan, sebaiknya ditundan dulu kehamilannya paling lama satu bulan (empat minggu) setelah mendapatkan vaksinasi Covid-19 secara lengkap.

Sementera, jika ada ibu menyusui yang telah terinfeksi Covid-19, disarankan untuk tidak panik. Pemberian ASI masih bisa dilakukan kepada bayi saat sang ibu positif Covid-19.

"Sampai saat ini belum terdeteksi Covid-19 dikeluarkan melalui ASI. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyampaikan ASI tetap diberikan dengan jalani protokol kesehatan. Jika ibu dengan infeksi Covid-19 mengalami gejala yang berat, ASI bisa diberikan dengan metode diperah," tutur Wayan.
(ACF)