FITNESS & HEALTH

Cara Mengetahui Kadar Kolesterol Tinggi pada Tubuh

Raka Lestari
Sabtu 10 Juli 2021 / 12:10
Jakarta: Kolesterol adalah sejenis lipid, yang merupakan zat lilin seperti lemak yang diproduksi pada liver secara alami. Kolesterol sangat penting untuk pembentukan membran sel, hormon tertentu, dan vitamin D. Kolesterol tidak larut dalam air, sehingga ia dapat bergerak dalam aliran darah.

Tubuh kita memerlukan kolesterol agar bisa berfungsi dengan baik. Akan tetapi, jika kolesterol terlalu tinggi juga dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius.
 

Gejala kolesterol tinggi


Dilansir dari Healthline, pada sebagian besar kasus kolesterol tinggi merupakan permasalahan yang terjadi secara diam-diam. Dan, pada umumnya tidak menyebabkan gejala apapun. Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa mereka memiliki kolesterol tinggi sampai terjadi komplikasi serius seperti serangan jantung atau stroke.

Itulah mengapa, melakukan skrining pada kolesterol dalam darah sangatlah penting. Jika kamu sudah berusia lebih dari 20 tahun, sebaiknya bertanya ke dokter apakah harus melakukan pengecekan kolesterol secara rutin atau tidak.
 

Penyebab kolesterol tinggi


Mengonsumsi makanan yang tinggi akan kolesterol, lemak jenuh, dan trans fat dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengembangkan kolesterol tinggi. Gaya hidup juga dapat berkontribusi terhadap kolesterol yang tinggi, seperti kurang olahraga dan kebiasaan merokok.

Faktor keturunan juga dapat menjadi salah satu cara mengembangkan kolesterol tinggi. Gen merupakan sesuatu yang diturunkan dari orang tua ke anak-anaknya. Dan gen tertentu memiliki pengaruh terhadap bagaimana cara tubuh memproses kolesterol dan lemak. Jika orangtuamu memiliki kolesterol tinggi, kemungkinan kamu juga berisiko tinggi untuk mengalaminya juga.

Dalam kasus yang jarang terjadi, kolesterol tinggi disebabkan oleh hiperkolesterolemia familial. Kelainan genetik ini mencegah tubuh menghilangkan LDL. Menurut National Human Genome Research Institute, kebanyakan orang dewasa dengan kondisi ini memiliki kadar kolesterol total di atas 300 mg / dL dan kadar LDL di atas 200 mg / dL.

Kondisi kesehatan lain, seperti diabetes dan hipotiroidisme, juga dapat meningkatkan risiko terkena kolesterol tinggi dan komplikasi terkait.
(FIR)