FITNESS & HEALTH

6 Gejala Demam Berdarah yang Harus Diwaspadai

Mia Vale
Kamis 25 November 2021 / 19:56
Jakarta: Curah hujan sudah semakin sering. Selain cuaca menjadi dingin, kelembapan pun semakin tinggi. Tak ayal infeksi virus pun merajalela. Salah satunya demam berdarah dengue (DBD). Infeksi virus yang ditularkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti akan menyebar dan menyerang siapa saja. 

Gejalanya yang mirip dengan flu biasa membuat demam berdarah sering dianggap sepele dan tidak segera ditangani. Padahal, dampak yang bisa ditimbulkan tanpa adanya penanganan sangat berbahaya. Oleh karena itu, gejala DBD sangat penting untuk diketahui sehingga pengobatan bisa segera dilakukan.

Namun, anak-anak lebih rentan terhadap penyakit ini karena mereka bermain di luar ruangan dan juga tidak sepenuhnya menyadari kerumitan gigitan nyamuk ini. Apabila ini terjadi pada anak pertama kali, gejalanya bisa lebih parah dibandingkan dengan orang dewasa. 

Adapun gejala demam berdarah yang paling umum adalah demam, nyeri di belakang mata, sakit kepala, nyeri otot, tulang atau sendi, mual dan muntah. Masalah kesehatan ini akan menimbulkan gejala antara 4 sampai 10 hari setelah tubuh digigit nyamuk.


gejala dbd yang perlu diperhatikan
(Demam berdarah dapat menyebabkan demam naik turun, ruam, dan nyeri otot serta sendi pada pengidapnya. Selain itu, gangguan juga dapat menyebabkan perdarahan hebat atau penurunan tekanan darah secara tiba-tiba. Foto: Ilustrasi/Pexels.com) 
 

Gejala DBD yang harus diwaspadai


Banyak orang tidak mengalami tanda atau gejala infeksi dengue. Seperti dilansir dari Mayo Clinic, beberapa gejala yang mungkin timbul pada demam berdarah, adalah:
 

1. Demam tinggi 


Pada DBD, demam akan terjadi secara tiba-tiba, bisa mencapai 40 derajat Celsius, dan tidak diikuti dengan gejala lainnya, seperti pilek, hidung tersumbat, atau batuk. Biasanya, demam akan terjadi antara dua hingga tujuh hari. 
 

2. Sakit kepala 


Sakit kepala parah juga disertai dengan rasa nyeri pada bagian belakang mata. Kondisi ini merupakan gejala umum yang sering terjadi. Konsumsi obat sakit kepala bisa membantu meredakannya.
 

3. Nyeri otot, tulang atau sendi 


Tak hanya demam, pengidap DBD juga cenderung akan merasakan nyeri pada beberapa bagian tubuh, misalnya otot, tulang, sendi, dan belakang mata. 
 

4. Mual muntah 


Bisa terjadi pada anak-anak dan orang dewasa. Masalah ini dapat terjadi selama dua hingga empat hari setelah paparan virus masuk dan menyerang di tubuh.
 

5. Tubuh mengalami kelelahan


Demam yang disertai nyeri otot, dan masalah pencernaan akan membuat nafsu makan menurun. Akibatnya tubuh menjadi lelah karena kurangnya asupan.
 

6. Ruam merah


Munculnya ruam merah merupakan gejalanayng paling khas. Ruam ini bisa muncul di wajah, dada, tangan, dan kaki. Biasany gejala ini dimulai pada hari ketiga dan berlangsung selama dua sampai tiga hari.
 

Waspadai tanda-tanda dehidrasi dari DBD


Untuk anak-anak, harus segera mencari bantuan medis jika si kecil menunjukkan atau mengembangkan tanda-tanda dehidrasi. 

Tanda-tanda ini dapat bervariasi dari dehidrasi sedang hingga berat, seperti jika anak lebih jarang buang air kecil, memiliki mulut kering, lidah, bibir, titik lunak cekung di kepala (dalam kasus bayi) dan sedikit atau tidak ada air mata saat menangis. Untuk mengontrol gejala ini, berikanlah banyak cairan dengan tambahan elektrolit.

Cari pertolongan medis segera jika kamu mengalami demam dan mengembangkan salah satu tanda peringatan. Tanda-tanda peringatan termasuk sakit perut yang parah, muntah, kesulitan bernapas, atau darah di hidung, gusi, muntah atau tinja. 
(TIN)