FITNESS & HEALTH

Anak-anak Butuh Asupan Serat yang Memadai, Ini Alasannya

Raka Lestari
Jumat 04 Juni 2021 / 09:08
Jakarta: Serat merupakan salah satu jenis zat gizi yang penting untuk dikonsumsi oleh anak. Gunanya, agar sistem pencernaan bisa bekerja dengan optimal.

Namun sayangnya, kecukupan serat anak Indonesia masih belum memenuhi standar rekomendasi asupan serat harian. Dari data Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) tahun 2018, 95,5 persen penduduk Indonesia berusia di atas 5 tahun masih kurang konsumsi serat.

“Konsumsi makanan berserat tidak bisa diremehkan. Kebutuhan serat yang tercukupi dapat membantu optimalisasi kesehatan saluran cerna yang krusial bagi tumbuh kembang dan kesehatannya," ujar Dokter Spesialis Anak Konsultan dan Ahli Gastrohepatologi, Dr. dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A(K), Virtual Press Conference Peluncuran Kampanye: Jam Makan Serat.

Menurut dr. Ariani, pencernaan yang sehat akan membuat nutrisi makanan terserap dengan baik, yang juga akan berdampak pada sistem daya tahan tubuh anak menjadi lebih baik. Sehingga dapat memberikan perkembangan yang optimal ke otak, bahkan dapat memengaruhi emosi anak.

"Selain itu, pola makan dengan serat yang cukup juga mencegah anak mengalami sembelit (konstipasi) dan dapat meningkatkan sistem daya tahan tubuh, sehingga mengurangi risiko terjadinya penyakit tidak menular seperti obesitas di kemudian hari," tambah dr. Ariani.

Ahli Nutrisi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. DR. Dr. Saptawati Bardosono, MSc. yang akrab disapa Prof. Tati, mengatakan, orang tua perlu memiliki pengetahuan yang cukup serta kejelian dalam memilih dan memberikan makanan yang berserat tinggi kepada anak. Agar dapat mendukung mengoptimalkan tumbuh kembangnya.

"Cara mudah untuk memastikan anak mendapat cukup serat adalah memperkenalkan anak dengan berbagai jenis serat, hingga membiasakan konsumsi makanan berserat. Beberapa pilihan jenis makanan berserat antara lain buah, sayur, kacang-kacangan, biji-bijian, hingga makanan yang diperkaya serat," jelas Prof. Tati.

Beberapa contoh makanan yang diperkaya dengan serat di antaranya adalah roti gandum dan oats, barli dan gandum hitam. Buah-buahan seperti pir, melon dan jeruk. Sayuran seperti brokoli, wortel, dan jagung manis, kacang polong, buncis, serta kentang dengan kulitnya.
(FIR)