FITNESS & HEALTH

Ini Penyebab Lapar Psikologis Bisa Muncul

Kumara Anggita
Rabu 17 Februari 2021 / 14:08
Jakarta: Lapar bisa terjadi karena dua alasan yaitu lapar fisik yang terjadi karena kamu membutuhkan energi dari makanan atau lapar psikologis yang muncul saat kamu tidak lapar, hanya untuk menyenangkan hati yang tidak nyaman. 

Dikutip dari Healthline, SaVanna Shoemaker, MS, RDN, LD dalam "Am I Hungry or Bored?" mengatakan lapar psikologis ini bisa dipicu karena berbagai hal seperti rasa bosan. Kebosanan merupakan salah satu pemicu kelaparan psikologis. 

Faktanya, makan karena bosan mungkin lebih umum daripada jenis makan emosional lainnya, seperti makan karena stres. Selain itu, sumber menunjukkan bahwa orang yang rentan terhadap kebosanan mungkin lebih cenderung makan berlebihan atau makan secara emosional.
 

Stres


Studi menunjukkan bahwa stres mental kronis dapat mengubah hormon rasa lapar kamu sehingga memicu keinginan makan. Perubahan hormonal seperti itu dapat menyebabkan orang dengan berat badan berlebih menjadi lebih rentan terhadap keinginan mengidam makanan akibat stres.
 

Sosialisasi


Ketika orang-orang di sekitar kamu makan atau minum, kamu mungkin juga akan melakukannya meskipun waktu itu kamu tidak lapar. 
 

Iklan


Jika kamu pernah mengalami keinginan makan yang dipicu oleh iklan, maka kamu tahu bahwa iklan dapat menjadi pemicu yang kuat untuk kelaparan secara psikologis.

Faktanya, beberapa penelitian menunjukkan bahwa iklan yang menggambarkan orang-orang yang sedang makan lebih cenderung memicu keinginan untuk mengidam daripada metode lain untuk menampilkan makanan di iklan.
 

Tidur yang buruk


Tidur mungkin berpengaruh kuat pada kebiasaan makan kamu. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang dewasa yang tidak cukup tidur makan lebih banyak kalori, lebih banyak ngemil, dan lebih cenderung menambah berat badan.
 

Makanan yang sangat lezat


Makanan tertentu yang diproses seperti keripik kentang, permen, dan makanan cepat saji dianggap sangat enak. Artinya, makanan tersebut dirancang untuk terasa enak dan segera memberi imbalan bagi otak kamu. Karena alasan ini, banyak orang kesulitan mengatur asupan makanan bahkan saat mereka tidak lapar secara fisik.

(TIN)