FITNESS & HEALTH

Denada Ngajar Kelas Zumba di KBRI Singapura

A. Firdaus
Rabu 07 Oktober 2020 / 14:35
Singapura: Menetap di Singapura tak membuat Denada Tambunan kehabisan aktivitas. Terkini, ia mengajar kelas Zumba di KBRI Singapura.

Seperti yang umumnya dialami oleh Instruktur Zumba dari seluruh dunia, Denada mendapatkan banyak kesempatan baru dengan menjadi instruktur Zumba. Salah satunya memimpin kelas Zumba di KBRI Singapura. Wah kok bisa ya?

Berawal dari permintaan dari KBRI Singapura, Denada akhirnya memimpin kelas Zumba untuk pegawai KBRI. Tujuannya, untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh dalam keadaan sulit ini.

Kendati kelas olahraga yang diselenggarakan oleh para instruktur telah diizinkan untuk dilakukan di fasilitas olahraga publik dan swasta, semua peserta di kelasnya, termasuk Denada sendiri, menerapkan protokol kesehatan yang disarankan oleh Kementerian Kesehatan di Singapura. Seperti berlatih di ruang terbuka, melakukan social distancing, dan dihadiri maksimal lima orang di setiap kelasnya.

Perwakilan KBRI juga mengemukakan bahwa mereka memilih Zumba® Fitness sebagai olahraga mereka, karena gerakannya dapat dilakukan oleh semua orang, tidak ada yang sulit. Hal terpenting adalah kegembiraan yang terdapat pada Zumba® Fitness bisa dianggap sebagai olahraga yang meningkatkan serotonin.

Lalu bagaimana perasaan Denada? Tentu ia merasakan senang karena kredibilitasnya diakui oleh para pegawai KBRI.

"Kami mengadakan kelas di area luar KBRI karena saat pandemi seperti ini lebih aman untuk melakukan aktivitas di luar ruangan. Berada di ruang terbuka juga memiliki manfaat lain yaitu memberikan dorongan emosional dan dapat membantu Anda merasa lebih rileks, mengurangi stres, marah, maupun depresi,” jelas Denada.

Saat berolahraga, Denada meyakinkan bahwa baik dirinya maupun pegawan KBRI melepas masker. Tepat sebelum dan sesudahnya, mereka akan memakai masker demi mencegah penyebaran Covid-19.

Sebagai instruktur, Denada bertanggung jawab untuk memastikan bahwa langkah-langkah protokol yang aman telah diterapkan dan dipatuhi. Meliputi pengukuran suhu tubuh, pemeriksaan gejala, penjagaan jarak aman, dan lain lain.

“Kami menyadari pentingnya masker dan mewajibkan peserta untuk memakainya saat memasuki kelas, meskipun masker dilepas saat berolahraga karena berolahraga seraya mengenakan masker akan memengaruhi pernapasan secara garis besar," jelas Denada.

"Semua yang kami lakukan sudah mengikuti peraturan lokal untuk memastikan keselamatan semua orang yang terlibat,” tutup mantan Rapper Perempuan ini.
(FIR)