FITNESS & HEALTH

Hubungan Antara Kerontokan Rambut dan Covid-19

Raka Lestari
Selasa 13 Oktober 2020 / 18:10
Jakarta: Kerontokan rambut bisa terjadi karena beberapa faktor. Baik itu faktor yang berasal dari luar tubuh, ataupun dari dalam tubuh kita sendiri. Salah satunya adalah covid-19 yang disebut dapat menyebabkan kerontokan rambut pada pasien-pasien yang terinfeksi.

Hal tersebut dijelaskan oleh Amesh A. Adalja, MD, seorang dokter ahli infeksi penyakit menular dari John Jopkins Center for Health Security. Ia mengatakan bahwa ini bukanlah hal yang mengejutkan. Sebab setelah mengalami stres psikologis, ada kondisi yang dapat memengaruhi siklus pertumbuhan folikel rambut.

“Hal itu disebut dengan telogen effluvium, dan hal itu juga bisa ditemukan setelah seseorang mengalami beberapa penyakit lainnya seperti malaria dan TBC,” ujar Dr Adalja.

Telogen effluvium biasanya akan terlihat sekitar tiga bulan setelah kejadian yang membuat stres tersebut. Kondisi ini bisa terjadi pada wanita maupun pria.

Seorang dermatologis, Angelo Landriscina, MD, juga menjelaskan bahwa kerontokan rambut jenis ini dapat terjadi pada saat tubuh mengalami stres secara fisik. Mencakup seluruh peristiwa kehidupan, seperti pemicu psikologis yang serius, yaitu kehilangan orang yang dicintai.

Memang pada dasarnya kerontokan rambut adalah sesuatu yang normal. Menurut American Academy of Dermatology (AAD), seseorang biasanya mengalami kerontokan rambut sebanyak 50 – 100 helai rambut per harinya. Namun, kerontokan rambut dalam jumlah yang signifikan atau berlebihan bisa disebabkan karena telogen effluvium tersebut.

“Banyak orang dengan covid-19 menjadi sangat sakit dan mengalami demam tinggi serta gejala lainnya, yang kita tahu dapat dihubungkan dengan telogen effluvium,” ujar Dr Landriscina.

"Kita juga tahu bahwa hormon kortisol atau hormon stres akan dikeluarkan dalam jumlah yang tinggi ketika mengalami penyakit yang berat dan kortisol dapat berdampak pada struktur rambut," sambungnya.

Jelas, covid-19 dapat menyebabkan kita merasa stres. Bukan hanya itu, covid-19 juga menyebabkan stres fisik karena tubuh mengalami infeksi.

"Pandemi ini menyebabkan berbagai jenis stres selain penyakit itu sendiri, seperti stres finansial, kematian orang yang dicintai, dan masalah yang berkaitan dengan anak,” kata Kristen Lo Sicco, MD, asisten profesor dermatologi di NYU Langone Health.
(FIR)