FITNESS & HEALTH

5 Fakta Cardiac Arrest, Kondisi Henti Jantung yang Dialami Eriksen

Muhammad Syahrul Ramadhan
Senin 14 Juni 2021 / 18:43
Jakarta: Pemain timnas Denmark Christian Eriksen masih menjadi perbincangan hangat setelah roboh di lapangan. Eriksen diketahui tiba-tiba kolaps saat laga Denmark melawan Finlandia di fase grup Piala Eropa 2020.

Selain soal kondisi Eriksen yang juga ramai menjadi perbincangan adalah, cardiac arrest atau henti jantung yang dialami pemain Inter Milan itu.

Dokter timnas Denmark pun mengamini bahwa jantung Eriksen sempat berhenti berdetak. Sehingga ia dan staf medis segera melakukan tindakan resusitasi jantung paru (CPR).

"Ketika saya tiba di sana, ia terbaring menyamping, masih bernafas dan saya masih bisa melihat jantungnya berdetak, tetapi tiba-tiba semuanya berubah dan sebagaimana orang-orang lihat kami mulai melakukan tindakan CPR.

Lalu apa itu henti jantung yang dialami mantan pemain Tottenham Hotspurs itu. Berikan lima fakta cardiac arrest.

1. Berbeda dengan serangan jantung


Banyak yang mengira Eriksen kolaps di lapangan jelang turun minum karena serangan jantung. Namun, belakangan diketahui ia mengalami henti jantung.

Henti jantung dan serangan jantung memiliki perbedaan. Melansir laman Halodoc, cardiac arrest adalah kondisi ketika jantung berhenti berdetak secara tiba-tiba yang diakibatkan adanya gangguan gaya listrik pada otot jantung.

Kondisi ini membuat jantung tidak dapat berdetak dengan normal dan memicu terjadinya aritmia (jantung berdetak lebih lambat atau lebih cepat).

Sementara serangan jantung adalah kondisi fatal yang terjadi ketika jantung tidak menerima pasokan oksigen yang cukup dari aliran darah yang menuju jantung. Ini dapat terjadi karena adanya penyumbatan pembuluh darah arteri, yang berakibat jantung kekurangan asupan darah yang kaya oksigen.

Serangan jantung ini dapat terjadi dalam waktu panjang lebih panjang. Bahkan bisa sampai hitungan jam.

Bagian jantung yang tidak mendapatkan oksigen selama serangan jantung akan terus mengalami kerusakan berupa kematian otot jantung. Resikonya jika tidak segera mendapatkan perawatan dapat menyebabkan kematian.

Sedangkan ketika seseorang mengalami henti jantung, jantung orang tersebut tidak berhenti berdetak.

2. Penyebab henti jantung

Ada dua faktor penyebab henti jantung, yakni fibrilasi ventrikel dan fibrilasi atrium. Fibrilasi ventrikel menyebabkan penurunan jumlah darah yang dipompa oleh jantung ke seluruh tubuh sehingga terjadi aritmia atau irama jantung menjadi  tidak  normal (bisa cepat atau lambat) yang berasal dari bilik jantung.

Sedangkan, fibrilasi atrium terjadi ketika bilik atas jantung tidak bekerja sama dengan bilik bawah, sehingga menyebabkan aritmia.

3. Gejala

  • Napas terputus atau tidak bernapas sama sekali.
  • Pupil mata masuk ke dalam tengkorak kepala.
  • Lemas secara tiba-tiba.
  • Tidak sadarkan diri.
  • Warna kulit menjadi pucat kebiruan.
  • Denyut nadi atau detak jantung tidak dapat ditemukan.


4. Pertolongan pertama henti jantung

Seperti yang dilakukan kapten Denmark Simon Kjaer terhadap Eriksen, pertolongan pertama adalah melakukan resusitasi jantung paru (RJP) atau dikenal dengan CPR.

5. Pencegahan

Kejadian yang menimpa Eriksen ini memunculkan pertanyaan pemain sepak bola yang fit saja bisa terkena cardiac arrest, lantas bagaimana orang awam? Tidak perlu khawatir hal tersebut dapat dihindari dengan melakukan pencegahan melalui perubahan gaya hidup yang lebih sehat dan baik bagi kesehatan jantung.

Berikut langkah yang dapat dilakukan:
  • Menjaga berat badan ideal.
  • Rutin berolahraga.
  • Jangan mengonsumsi makanan tinggi lemak.
  • Kelola stres dengan baik.
  • Hindari konsumsi alkohol.

 
(ACF)