FITNESS & HEALTH

Apakah Siskaeee Seorang Ekshibisionisme?

Yatin Suleha
Selasa 07 Desember 2021 / 23:05
Jakarta: Belakangan kasus soal pamer ketelanjangan terjadi lagi. Kali ini dari seorang perempuan yang dikenal dengan nama panggilan Siskaeee (yang sering diketahui di jagat maya dengan tambahan nama 'e'-nya tiga ini).

Ia menunjukkan alat kelamin dan payudara di kawasan Yogyakarta International Airport (YIA). Awalnya, video tersebut ditayangkan di OnlyFans, tetapi lalu viral di media sosial lainnya.

Pantauan tim Medcom, kami juga menemukan beberapa postingan tindakan Siskaeee yang juga mirip dan berlangsung sejak beberapa tahun yang lalu. 

Saat itu jagat Twitter juga ramai dengan tindakan Siskaeee dengan handuk jatuhnya depan ojol. Belum lagi beberapa yang sempat viral juga di parkiran mobil, di losemen mal, bahkan di dalam kereta.

Dalam laman Medcom.id sebelumnya yang berjudul Dokumentasi Ekshibisionisme Siskaeee Capai 3.700 Video disebutkan Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda DIY, AKBP Roberto Pasaribu bahwa ditemukan identik itu ada 2.000 video dan 3.700 gambar yang dilakukan oleh Siskeee.
 

Benarkah ini sebuah ekshibisionisme? Lalu, apa itu ekshibisionisme? 


Psikolog anak, remaja, dan keluarga Efnie Indrianie, M.Psi dari Fakultas Psikologi, Universitas Kristen Maranatha, Bandung sekaligus penulis buku "Survive Menghadapi Quarter Life Crisis" mengatakan bahwa ekshibisionisme adalah sebuah jenis gangguan (sexual disorder) di mana orang yang bersangkutan memiliki sebuah dorongan dan fantasi seksual yang membuat ia memperlihatkan alat genitalnya kepada orang asing atau orang lain yang tidak dikenalnya. 
 

Apa penyebab orang bisa menjadi ekshibisionisme?


"Kondisi ini tentunya tidak terjadi secara tiba-tiba. Ada proses yang melatarbelakangi. Hal-hal tersebut diantaranya adalah orang yang bersangkutan mengalami sexual dan emotional abused di masa kecilnya. Bisa juga sejak kecil ia sudah terstimulasi pada hal-hal yang bisa memancing fantasi seksual dan menimbulkan keasyikan yang membuat pikirannya lebih banyak terfokus pada hal tersebut," papar Psikolog Efnie.

"Terkadang pada seseorang yang ekshibisionis mereka bisa juga memang mengalami gangguan kepribadian, melakukan penyalahgunaan alkohol, dan hiperseks," tambah Efnie lagi.


siapa siskaeee
(Selama minimal enam bulan orang yang bersangkutan mengalami fantasi seksual dan mendorongnya untuk memperlihatkan alat genitalnya kepada orang lain, ini menurut Psikolog Efnie termasuk tindakan ekshibisionisme. Foto: Ilustrasi/Pexels.com) 
 

Apa saja gejala ekshibisionisme?


Menurut Efnie, selama minimal enam bulan orang yang bersangkutan mengalami fantasi seksual yang sangat kuat dan fantasi tersebut mendorongnya untuk memperlihatkan alat genitalnya kepada orang lain atau orang yang tak dikenal, menurutnya ini sudah termasuk ke dalam tindakan ekshibisionisme.
 

Bisakah ekshibisionisme diobati?


Menurutnya, seseorang yang ekshibisionis terkadang tidak mau mendapatkan pengobatan terkecuali ia dipaksa oleh pihak yang memiliki otoritas. 

"Pengobatannya adalah dengan melakukan psikoterapi oleh ahli kejiwaan dengan cara menata ulang proses berpikirnya, agar fantasi seksual tadi bisa dikelola dan disalurkan dengan cara-cara yang tepat sesuai normatif. Ia juga mendapatkan obat-obatan dari tim medis yang tujuannya adalah untuk mengendalikan hormon seksual sehingga dorongan seksualnya bisa sedikit berkurang," papar Efnie.

Ada alasan juga mengapa seorang penderita ekshibisionis memamerkan ketelanjangan dari dirinya. Sebab, kata Efnie, "Jika fantasi seksual tersebut tidak disalurkan melalui memperlihatkan alat genitalnya, maka ini menjadi pemicu distress (psychological suffering)."
 

Saat kamu bertemu penderita ekshibisionis...


Lalu, bagaimana jika kamu menjumpai penderita ekshibisionisme ini? "Saat melihat seseorang sedang melakukan aksi ekshibionisme sebaiknya reaksi kita adalah santai, tenang, dan “cuek”.  Mengapa? Saat mereka melihat kita kaget atu syok justru itu memancing mereka merasakan klimaks," kata Efnie.

"Jika sang pelaku ada laki-laki, syok yang ditunjukkan oleh perempuan yang tak dikenal karena melihat alat genitalnya akan membuat ia bisa sampai ejakulasi karena merasakan kepuasan dan sensasi yang luar biasa," ungkap Efnie.

Bagi kamu yang sempat melihatnya dan kaget melihat aksi mereka juga menimbulkan trauma tersendiri dari kejadian ini.
(TIN)