FITNESS & HEALTH

Minum Sperma Bisa Bantu Wanita Cepat Hamil, Apa Benar?

Antara
Sabtu 28 Mei 2022 / 20:32
Jakarta: Selebritas Kourtney Kardashian dalam sebuah kesempatan beberapa waktu lalu mengklaim dokternya mengatakan meminum sperma suaminya, Travis Barker sekitar empat kali seminggu akan membantunya bisa segera hamil. Apakah anjuran ini benar?

Pakar ginekologi dan spesialis infertilitas di New York Dr. Lucky Sekhon, dan Dr. Anu Kathiresan yang berbasis di Los Angeles, mengatakan tidak tahu alasan dokter kesuburan merekomendasikan minum sperma sebagai cara untuk mempengaruhi kesuburan.

Sekhon seperti dikutip dari Insider, mengatakan, tidak ada alasan medis untuk rekomendasi dokter yang mendukung klaim minum sperma bermanfaat untuk wanita agar bisa segera hamil.

"Saya pikir itu hal yang konyol dan tidak masuk akal, terutama merekomendasikan frekuensi empat kali per minggu benar-benar konyol dan tidak berdasarkan apa pun," kata dia.

Menurut Sekhon, saran itu bisa datang dari teori interaksi sperma dengan bakteri usus akan melemahkan respons kekebalan wanita. Sperma mengandung antigen, atau zat yang dapat direaksikan oleh sistem kekebalan tubuh.

Beberapa pakar berteori reaksi kekebalan yang lebih kuat terhadap sel sperma mungkin terkait dengan keguguran. Namun, sangat sedikit penelitian yang dilakukan tentang topik tersebut dan tidak ada bukti bahwa memasukkan sperma ke bakteri usus wanita akan berdampak positif bagi wanita.

Baik Sekhon dan Kathiresan sependapat tentang tidak ada penelitian yang menunjukkan minum sperma mengarah pada peluang kehamilan yang lebih besar. Kathiresan menuturkan, beredarnya informasi seperti yang dikatakan Kardashian memungkinkan dokter untuk memulai percakapan tentang kesuburan dan menghilangkan stigma perjuangan untuk hamil.

Sebaliknya, kata Sekhon, minum sperma meski biasanya tidak berbahaya, terkadang bisa menularkan penyakit dan menyebabkan reaksi alergi. Dia menambahkan, penyebaran informasi yang salah tentang kesuburan dapat membingungkan orang yang mencoba untuk hamil, karena banyak dari mereka sudah putus asa mendapatkan solusi.
(FIR)