FITNESS & HEALTH

Jangan Stres! Ini Tanda Kekebalan Tubuhmu Lemah

Kumara Anggita
Selasa 19 Januari 2021 / 20:15
Jakarta: Kekebalan tubuh yang kuat adalah salah satu faktor untuk menghindari kamu dari berbagai penyakit, termasuk penyakit covid-19. Untuk itu, pastikan kamu memerhatikan apakah tubuhmu sudah memiliki kekebalan tubuh yang kuat atau belum agar kamu bisa meningkatkannya sesegera mungkin.

Berikut tanda-tanda kamu memiliki kekebalan tubuh yang lemah menurut Dr. Afua Adjei-Kwayisi (MD, DC) yang dilansir dari  Oak Wellness.

Selalu merasa lelah

Kamu tahu bahwa kamu melakukan segalanya untuk tetap segar dan sehat namun entah mengapa kamu paling sering merasa lelah. Tidur dan melakukan hobi favorit sepertinya tidak membantu lagi. Pada tengah hari kamu pun lelah dan sangat kekurangan energi. 

Mudah tertular batuk dan pilek

Jika kamu terkena pilek, batuk atau flu lebih dari 2 kali setahun, kamu mungkin perlu bekerja untuk memperkuat kekebalan. Rhinovirus adalah yang paling umum. Ketika terinfeksi, tubuh kamu mampu melawannya tanpa menunjukkan gejala. Begitu juga bakteri penyebab batuk. Tetapi dalam keadaan kekebalan yang lemah, tubuh tidak dapat memenuhi permintaan konstan untuk memproduksi sel darah putih. Hal ini menyebabkan gejala pernapasan yang mengganggu.

Sering sakit perut dan diare

Pernahkah kamu diberitahu berkali-kali bahwa kamu menderita demam tifoid? Atau apakah kamu sering mengonsumsi Loperamides seperti Imodium untuk mengurangi episode diare? Jika kamu mengalami ini bersamaan dengan sembelit yang sering, itu bisa menjadi pertanda sistem kekebalan yang lemah, karena usus kamu (mikroorganisme usus) memainkan peran besar dalam mengatur keseimbangan kekebalan tubuh secara keseluruhan. 


(Semakin tinggi jumlah stres dalam hidup kamu, semakin besar kemungkinan kamu memiliki sistem kekebalan yang lemah. Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

Mikroorganisme sehat ini membantu melindungi usus dari infeksi dengan mengirimkan sinyal yang diperlukan ke sistem kekebalan tubuh terutama sel darah putih. Tetapi ketika mikroba sehat ini dihancurkan, mikroba jahat bertambah banyak, mengiritasi usus dan menyebabkan sakit perut dan diare. Sinyal yang diperlukan untuk melawan infeksi ini hilang dan hal ini melemahkan sistem kekebalan.

Merasa stres

Semakin tinggi jumlah stres dalam hidup kamu, semakin besar kemungkinan kamu memiliki sistem kekebalan yang lemah. Ini karena, pelepasan kronis dan jangka panjang dari hormon stres kortisol, menurunkan respons sel-T limfosit kamu. Limfosit ini (sel darah putih) adalah pejuang utama infeksi di tubuh kamu. Penting untuk mengurangi jumlah stres sehingga kamu tidak menurunkan respons kekebalan terhadap infeksi seperti covid-19.

Selalu memiliki masalah kulit

Jaringan kulit kamu mengandung senyawa lemak yang disebut lipid. Lipid yang dirantai panjang ini membantu menciptakan penghalang yang mencegah air meninggalkan kulit kamu dan mencegah masuknya organisme yang tidak diinginkan dan iritasi.

Namun, ketika sistem kekebalan kamu harus terus bekerja misalnya karena infeksi, lipid tidak dapat bekerja secara efisien. Akibatnya, air membuat kulit menjadi kering dan pecah-pecah sehingga bakteri yang tidak diinginkan, jamur, masuk ke kulit yang menyebabkan jerawat dan eksim. 
(yyy)