FITNESS & HEALTH

Suplemen dan Herbal yang Ampuh Lawan Depresi

Kumara Anggita
Kamis 04 Maret 2021 / 18:51
Jakarta: Depresi adalah masalah mental yang memiliki ciri-ciri seperti kesedihan, suasana hati yang mudah tersinggung, perasaan hampa, dan perubahan kognitif yang memengaruhi fungsi hidup. 

Dan ternyata apa yang kamu konsumsi juga mampu memengaruhi kondisi depresi. Dikutip dari Healhtline, ada beberapa suplemen yang khasiatnya mampu melawan depresi seperti:
 

1. Asam lemak omega-3


Lemak omega-3 adalah lemak esensial artinya kamu perlu mendapatkannya dari makanan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa suplemen omega-3 dapat membantu mengobati depresi.

Analisis uji coba kontrol acak tahun 2020 yang melibatkan 638 perempuan menemukan bahwa suplemen asam lemak omega-3 secara signifikan memperbaiki gejala depresi pada perempuan hamil dan pascapersalinan.

Selain itu, tinjauan lain dari 26 studi termasuk 2.160 peserta menemukan bahwa suplemen omega-3 memberikan efek positif secara keseluruhan pada pengobatan gejala depresi.

Secara khusus, para peneliti menyimpulkan bahwa formulasi omega-3 yang mengandung 60 persen atau lebih EPA dalam dosis 1 gram atau kurang per hari adalah yang paling efektif.

Asam omega-3 dapat ditemukan pada beragam jenis ikan seperti ikan sarden, ikan salmon, ikan patin dan ikan tuna. Selain itu di minyak ikan, minyak nabati, argan oil, minyak kanola dan minyak biji rami, atau suplemen yang mengandung asam lemak omega-3.
 

2. Vitamin D


Vitamin D adalah nutrisi penting yang memainkan banyak peran penting dalam tubuh kamu. Sayangnya, banyak orang tidak memiliki kadar vitamin D yang cukup dan banyak dari mereka termasuk penderita depresi.

Vitamin D dapat melawan depresi melalui beberapa mekanisme, termasuk mengurangi peradangan, mengatur suasana hati, dan melindungi dari disfungsi neurokognitif.

Sebuah tinjauan tahun 2019 dari empat uji coba terkontrol secara acak menemukan bahwa suplemen vitamin D menyebabkan manfaat klinis pada orang dengan depresi berat. Vitamin D dapat ditemukan pada ikan tuna, kuning telur, susu sapi, susu kedelai atau jamur.
 

3. Vitamin B


Vitamin B memainkan peran penting dalam fungsi neurologis dan pengaturan suasana hati. Sumber menunjukkan, vitamin B, termasuk folat, B12, dan B6, dibutuhkan untuk produksi dan regulasi neurotransmiter seperti serotonin, asam gamma-aminobutyric (GABA), dan dopamin. 

Penelitian menunjukkan bahwa kekurangan vitamin B12 dan folat dapat meningkatkan risiko depresi, dan melengkapi nutrisi ini dapat membantu mengurangi gejala depresi pada populasi tertentu. Vitamin B dapat ditemukan pada beragam jenis buah dan sayur, kacang-kacangan, roti dan pasta.
 

4. Seng


Seng adalah mineral yang sangat penting untuk kesehatan otak dan pengaturan jalur neurotransmitter. Ini juga menawarkan sifat antioksidan dan antiinflamasi.

Sumber menunjukkan bahwa kekurangan seng sangat terkait dengan peningkatan risiko depresi dan keparahan gejala depresi. Seng dapat ditemukan pada beragam jenis keju, daging sapi, hati.
 

5. Kuma-kuma (Saffron)


Saffron adalah bumbu berwarna cerah yang mengandung senyawa antioksidan, termasuk karotenoid crocin dan crocetin. Menariknya, sumber menunjukkan bahwa ini telah terbukti menjanjikan sebagai pengobatan alami untuk depresi.

Penelitian telah mengamati bahwa itu meningkatkan kadar serotonin neurotransmitter yang meningkatkan mood di otak.

Meskipun tidak diketahui secara pasti bagaimana proses ini bekerja, kuma-kuma dianggap menghambat pengambilan kembali serotonin, sehingga menyimpannya di otak lebih lama.
(TIN)