FITNESS & HEALTH

Fruktosa Bisa Memperburuk Penyakit Radang Usus?

Kumara Anggita
Minggu 11 Oktober 2020 / 12:00
Jakarta: Inflammatory Bowel Disease (IBD) adalah istilah umum untuk beberapa kondisi yang menampilkan peradangan kronis pada saluran pencernaan. Dan ini bisa diperburuk dengan kehadiran fruktosa di dalam makanan.

Dikutip dari Healthline, penelitian sebelumnya pada hewan telah menemukan bahwa diet tinggi fruktosa dapat merusak usus besar dan menyebabkan peradangan. 

Temuan ini menunjukkan bahwa asupan fruktosa yang lebih tinggi mungkin berperan dalam peningkatan kejadian IBD dalam beberapa dekade terakhir.
 

Gejala umum IBD meliputi:


- Diare persisten

- Sakit perut

- Perdarahan rektal atau tinja berdarah

- Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan

- Kelelahan

Hasil penelitiann lain juga menunjukkan bahwa diet tinggi gula dan minuman ringan memang meningkatkan risiko kolitis ulserativa yang merupakan jenis IBD paling umum pada orang yang asupan sayurnya rendah. Kolitis ulseratif atau ulcerative colitis adalah peradangan pada usus besar.

“Meningkatnya kejadian IBD sejalan dengan tingkat konsumsi fruktosa yang lebih tinggi di AS dan negara lain,” kata David Montrose, Ph.D., dari Sekolah Kedokteran Renaissance di Stony Brook University, NY, yang memimpin penelitian baru.

Kemudian, Montrose dan koleganya di Weill Cornell Medicine di New York City, NY, ingin menyelidiki apakah fruktosa memperburuk peradangan pada tikus model IBD.

“Temuan kami memberikan bukti adanya hubungan langsung antara diet fruktosa dan IBD dan mendukung konsep bahwa konsumsi fruktosa yang tinggi dapat memperburuk penyakit pada orang dengan IBD. Ini penting karena berpotensi memberikan panduan tentang pilihan diet untuk pasien IBD yang merupakan sesuatu yang saat ini kurang dimiliki orang-orang,” jelasnya.
(TIN)