FITNESS & HEALTH

5 Strategi untuk Menghadapi Orang Marah

Mia Vale
Kamis 25 November 2021 / 08:00
Jakarta: Saat menghadapi orang yang sedang marah, kadang kita akan tersulut emosi. Bila tidak tahu bagaimana merespons, kamu akan mudah memperburuk situasi. Tidak salah memang, saat mendengar seseorang marah dengan nada suara tinggi, kita juga akan secara otomatis melakukan hal yang sama.

Pada dasarnya, manusia dilahirkan dengan sifat yang berbeda-beda. Ada yang memiliki sifat penyabar, ada pula yang mudah marah. Ada yang bisa mengakui kesalahan dan meminta maaf, ada pula yang tidak mau kalah dan ingin menang sendiri.
 

Berkuasa: merasa benar dan menang


Saat ini sedang ramai suatu kejadian, di mana anggota Komisi III DPR RI, Arteri Dahlan terlibat perseteruan dengan seorang wanita yang mengaku 'anak jenderal TNI'. 

Menurut pandangan Psikolog Forensik Reza Indragiri Amriel, kejadian cekcok yang membawa-bawa pangkat dan jabatan biasanya disebabkan oleh keyakinan bahwa kekuasaan akan membuat mereka menang dan merasa 'benar'.

Reza menyayangkan peristiwa cekcok seperti ini, karena menurutnya hal ini justru menghadirkan pola pikir bahwa lembaga seperti TNI ataupun partai politik bisa ditunggangi untuk kepentingan pribadi, misalnya untuk 'menang' dari sebuah permasalahan.
 

Strategi menghadapi orang yang marah 


Gunakan strategi di bawah ini untuk menghadapi orang yang marah. 
 

1. Tetap aman dan libatkan orang lain 


Jika merasa terancam oleh orang yang marah, percayalah pada penilaian kamu. Segera tinggalkan ruangan jika merasa tidak aman, atau jika terlalu kesal untuk menyelesaikan situasi sendiri. Bisa juga untuk melaporkan kejadian tersebut, terutama jika orang tersebut benar-benar di luar kendali dan kamu merasa ada risiko kekerasan.


strategi menghadapi orang marah
(Hindari merespons dengan marah. Jika merasa dirimu sedang kesal, hentikan percakapan dengan sopan dan berjalan-jalanlah untuk menenangkan diri. Foto: Ilustrasi/Pexels.com) 
 

2. Jangan merespons dengan marah 


Sangat wajar untuk marah ketika ada orang yang marah terhadapmu, terlepas dari apakah kemarahan mereka dibenarkan. Lakukan yang terbaik untuk merespons dengan tenang dan cerdas ketika kamu menghadapi orang yang marah. 

Seperti dinukil dari Mind Tools, pelajari cara mengelola emosi, dan latih pernapasan dalam, sehingga tetap rileks selama interaksi yang menegangkan. Jika merasa dirimu sedang kesal, hentikan percakapan dengan sopan dan berjalan-jalanlah untuk menenangkan diri.
 

3. Jauhkan diri secara emosional 


Terkadang, kemarahan orang lain tidak ada hubungannya dengan kamu. Ketika menyadari hal ini, itu dapat memiliki pengaruh besar pada bagaimana kamu mengatasi situasi tersebut. Sebuah studi tahun 2012 menemukan bahwa ketika orang mengerti bahwa mereka tidak menyebabkan kemarahan orang lain, mereka tidak kecewa dengan situasi tersebut. 

Mungkin seorang anggota tim menerima kabar buruk, dan melampiaskan perasaan negatifnya kepada kamu; mungkin dia merasa kewalahan oleh beban kerja atau kehidupan pribadinya; atau, mungkin, orang ini secara tidak sadar menggunakan kemarahan untuk membuat dirinya merasa lebih baik. 
 

4. Identifikasi penyebabnya selanjutnya


Gunakan teknik bertanya yang efektif atau metode '5 Mengapa' untuk mengetahui akar penyebab kemarahannya. Dorong dia untuk menjelaskan mengapa dia merasa marah, jangan menyela dia saat dia berbicara, dan teruslah bertanya sampai dia benar-benar menjelaskan dirinya sendiri. 

Cobalah untuk melihat sesuatu dari sudut pandangnya saat dia mengungkapkan perasaannya. Gunakan mendengarkan aktif, sehingga benar-benar mendengarkan apa yang dia katakan. Saat giliran berbicara, bicaralah dengan perlahan dan tenang, turunkan nada suara, dan gunakan bahasa tubuh yang tidak mengancam. 

Ini akan sering mendorong orang lain untuk tenang. Tunjukkan minat untuk menyelesaikan situasi, dan cobalah untuk tidak menilai perilaku orang lain. Ini menunjukkan rasa hormat. 
 

5. Mengejar solusi dan minta maaf 


Setelah memahami situasinya, cobalah untuk menghindari membuat alasan atau membela tindakan kamu. Sikap defensif dapat membuat orang lain merasa lebih marah daripada yang sudah-sudah. Sebaliknya, tanyakan apa yang dapat kamu lakukan untuk menyelesaikan situasi dan memperbaikinya. 
 

6. Bantu mengendalikan amarahnya 


Ledakan kemarahan dari seseorang dapat memengaruhi produktivitas dan moral seseorang. Jadilah pelatih atau mentor bagi orang-orang ini, dan dorong mereka untuk belajar bagaimana mengendalikan amarah mereka. 

Yang harus diingat, saat kamu merespons dengan tenang dan empati, kamu akan tetap memegang kendali. Kamu pun dapat meredakan situasi dengan cara yang profesional dan sopan.
(TIN)