FITNESS & HEALTH

Apa Itu Miokarditis yang Bikin Finlandia, Swedia, Denmark Setop Pakai Vaksin Moderna?

Cindy
Jumat 08 Oktober 2021 / 17:12
Jakarta: Denmark, Swedia, dan Finlandia menghentikan sementara penggunaan vaksin Moderna. Penghentian sementara dipicu laporan kasus miokarditis yang dialami sejumlah penerima vaksin dosis kedua. 

Pada Rabu, 6 Oktober lalu, Swedia dan Denmark mengumumkan penghentian sementara penggunaan vaksin Moderna untuk semua kategori warga dewasa dan anak-anak. Disusul Finlandia yang menghentikan sementara penggunaan vaksin Moderna untuk warga berusia di bawah 30 tahun.

Apa itu Miokarditis?

Dilansir dari alodokter.com, miokarditis adalah peradangan yang terjadi pada otot jantung (miokardium). Peradangan ini umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus. 

Pada beberapa kasus, miokarditis dapat terjadi akibat paparan zat berbahaya atau penggunaan obat tanpa resep dokter. Miokardium berperan memompa darah dari jantung ke seluruh tubuh. 

Peradangan pada otot jantung ini dapat menyebabkan penurunan kemampuan jantung dalam memompa darah serta melemahkan irama jantung. Kondisi ini menimbulkan gejala yang menganggu, seperti nyeri dada dan sesak napas. 

Gejala miokarditis

Miokarditis yang tergolong ringan umumnya tidak menimbulkan keluhan. Sebaliknya jika terbilang berat, miokarditis pada orang dewasa dapat menimbulkan gejala seperti:
  1. Nyeri dada
  2. Sesak napas, baik saat beraktivitas atau beristirahat
  3. Jantung berdebar atau berdetak tidak beraturan
  4. Pembengkakan di tungkai
  5. Lemas
  6. Demam
  7. Sakit kepala
  8. Nyeri sendi
Baca: Finlandia, Swedia, Hingga Denmark Setop Pakai Vaksin Moderna, Ada Apa?

Sementara, gejala miokarditis pada anak dan bayi tidak memiliki gejala spesifik, sehingga diperlukan pemeriksaan langsung oleh dokter. Tanda dan gejala yang umumnya muncul antara lain:
  1. Lemas
  2. Hilang nafsu makan
  3. Batuk kronis
  4. Sakit perut
  5. Sulit bernapas
  6. Demam
  7. Diare 
  8. Ruam 
  9. Nyeri sendi

Pendapat CDC

Pusat dan Pengendalian Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) aktif memantau laporan miokarditis yang terjadi pada penerima vaksin dosis kedua. CDC meneliti hubungan miokarditis dengan vaksinasi atau kondisi medis seseorang sebelum menerima vaksin. 

Kasus miokarditis yang dilaporkan usai vaksinasi tak hanya terjadi pada penerima vaksin Moderna, melainkan juga penerima vaksin Pfizer. Efek samping ini terjadi terutama pada remaja pria dan usia dewasa muda. 

"Biasanya dalam beberapa hari setelah vaksinasi, kebanyakan pasien dengan miokarditis atau perikarditis yang menerima perawatan, merespons dengan baik obat dan istirahat dan pulih dengan cepat," jelas CDC dalam laman resminya. 

CDC menyebut pasien bisa kembali beraktivitas normal setelah gejala membaik. Mereka yang dinyatakan mengidap miokarditis harus berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum bisa beraktivitas. 

"Cari perawatan medis jika Anda atau anak Anda memiliki gejala, terutama jika itu terjadi dalam waktu seminggu setelah vaksinasi covid-19," tulis CDC. 
(MBM)