FITNESS & HEALTH

3 Jenis Pertolongan Pertama untuk Serangan Jantung

Mia Vale
Minggu 03 Oktober 2021 / 15:00
Jakarta: Serangan jantung tidak bisa diprediksi. Bahkan untuk kita yang merasa sehat-sehat saja, bisa megalami serangan jantung mendadak. Serangan ini bisa merusak otot jantung karena tidak dapat mensuplai oksigen dan dapat membahayakan nyawa seseorang.

Nah, bila kamu berada dekat dengan penderita penyakit jantung atau tiba-tiba melihat orang yang terkena serangan jantung, teknik pertolongan pertama perlu diketahui. Karena pertolongan pertama yang kamu berikan bisa menolong hidup seseorang.
 

Pertolongan pertama serangan jantung untuk pasien masih sadar:


Bila orang yang mengalami serangan jantung masih dalam kondisi sadar, pertolongan pertama yang bisa dilakukan, antara lain:

1. ?Coba tenangkan pasien dan hubungi ambulans secepatnya

2. Sambil menunggu ambulans datang, bimbing pasien untuk duduk di kursi, lantai, atau bersandar pada dinding. Duduk di lantai lebih disarankan karena dapat mengurangi cedera kalau tiba-tiba pasien pingsan

3. Setelah duduk, longgarkan semua pakaian yang dikenakannya

4. Jika pasien memiliki obat nitrogliserin yang diresepkan dari dokter, segera berikan obat ini kepadanya. Caranya, letakkan tablet di bawah lidah

5. Hindari memberikan makanan atau minum

6. Setelah pertolongan pertama serangan jantung diberikan dan ambulans datang, segera bawa ke UGD atau rumah sakit terdekat


jantung
(Metode RJP atau Resusitasi Jantung Paru (RJP) atau disebut juga CPR merupakan upaya pertolongan pertama pada orang yang mengalami henti napas dan henti jantung. Foto: Dok. Pusat Jantung Nasional Harapan Kita)
 

Jika pasien jantung tidak sadarkan diri:


Pertolongan pertama yang dapat dilakukan bila pasien tidak sadarkan diri, adalah: 

1. Segera hubungi ambulans atau mintalah orang lain untuk menghubungi ambulans dan rumah sakit terdekat

2. ?Baringkan pasien di tempat yang datar dan lakukan RJP (Resusitasi Jantung Paru)

3. Bagi yang belum mendapatkan pelatihan RJP, lakukan tindak kompresi dada saja. Ini dilakukan dengan cara meletakan satu telapak tangan pada bagian tengah dada korban, lalu letakkan tangan satunya di atas tangan yang pertama

4. Setelah itu, eratkan jari-jari kedua tangan dan lakukan penekanan pada dada hingga lima sampai enam centimeter ke bawah, lalu lepaskan. Lakukan tindak kompresi dada sebanyak 100-120 kali tiap menit hingga pertolongan datang atau pasien merespons. Bergantianlah dengan penolong lain jika kamu kelelahan melakukan RJP sendiri

5. Bagi yang sudah terlatih, Anda bisa melakukan RJP dengan bantuan napas

6. Jika di sekitar kamu terdapat alat AED (Automated External Defibrillator), manfaatkanlah. Kamu hanya perlu menyalakannya dan ikuti panduan suara yang keluar dari AED mengenai langkah-langkah penggunaan AED tersebut

7. Bawa segera pasien ke UGD rumah sakit terdekat
 

Bila diri sendiri terkena serangan jantung, lakukan:


1. Segera hentikan aktivitas apa pun yang sedang dilakukan dan cari tempat yang aman. Beri tahu orang terdekat dan mintalah untuk segera menghubungi ambulans

2. Bila ada, segera konsumsi obat nitrogliserin atau aspirin yang telah diresepkan oleh dokter. Tidak disarankan pergi ke rumah sakit mengemudikan kendaraan sendiri

3. Pertolongan harus diberikan secepat mungkin. Semakin cepat pasien tiba di rumah sakit, harapan hidupnya akan semakin besar dan risiko kerusakan jantung yang luas cenderung berkurang. 

4. Tanyakan kepada dokter obat apa yang boleh dikonsumsi bila terjadi serangan jantung. Pastikan keluarga lain atau orang-orang terdekat mengetahui soal ini.
(TIN)