FITNESS & HEALTH

Perbedaan Covid-19 dengan Varian Baru dan Gejalanya

Sandra Odilifia
Sabtu 06 Maret 2021 / 10:48
Jakarta: Tepat pada setahun peringatan pandemi covid-19 di Indonesia, jagat maya kembali dihebohkan dengan kabar kemunculan kasus covid-19 varian baru, mutasi B117 dari Inggris. Diketahui, covid-19 varian baru lebih mudah menular, replikasi lebih cepat di tenggorokan dan tingkat kematiannya pun lebih tinggi.

Gejala yang dialami pun tidak berbeda jauh dengan varian sebelumnya, yakni batuk, demam, sesak napas, kehilangan indra penciuman dan perasa, sakit kepala, sakit tenggorokan, nyeri otot, serta gejala gastrointestinal.

Kabar munculnya virus korona varian baru tentunya menambah kekhawatiran masyarakat akan keefektifan vaksin covid-19 di Indonesia. Kira-kira ampuhkah vaksinasi covid-19 untuk cegah varian baru?
 

1. Vaksin Sinovac


Vaksin buatan Sinovac Biotech Ltd. yang diberi nama CoronaVac ini diketahui efektif melawan varian baru. Baik strain virus dari Inggris maupun Afrika Selatan.
 

2. Vaksin Astrazeneca


Vaksin yang dibuat oleh perusahaan farmasi asal Inggris ini memiliki tingkat efikasi mencapai 75 persen dalam melawan varian baru.
 

3. Vaksin Pfizer


Berdasarkan dari 20 orang yang disuntik vaksin pfizer, rupanya antibodi penerima vaksin berhasil menangkal virus tersebut.

Bagaimana penanganan Indonesia untuk menghadapi covid-19 varian baru?

- Wajib tunjukkan surat swab PCR hasil negatif 3x24 jam.
- Jalani PCR ulang setiba di Indonesia.
- Screening di setiap jalur masuk, khususnya bandara dan pelabuhan.
- Bagi kamu yang melakukan perjalanan wajib karantina selama 5x24 jam.
- Terapkan Swiss Chess Model untuk warga negara asing.
 

Kronologi masuknya covid-19 varian baru ke Indonesia


Sebelumnya, Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi menyatakan telah menemukan dua kasus virus korona varian baru yang masuk dari Saudi Arabia.

"Tadi malam (Senin, 1 Maret 2021) kita menemukan dua kasus, masuk dari Saudi Arabia dan memiliki strain virus baru ini, " ujar Menkes, Budi Gunadi pada Selasa, 2 Maret 2021.

Namun, Kepala Lembaga Biologi Molekuler EIJKMAN, Amin Soebandrio menyebut kasus tersebut bukanlah kasus yang baru datang, melainkan sudah dari beberapa minggu yang lalu.

"Karena berbagai prosedur baru terdeteksi dua kasus," ujar Prof Amin dalam diskusi online di kanal Youtube medcom.

Lebih lanjut, melansir NRC, pada Januari 2021 dua warga negara Indonesia masuk ke Indonesia dari Saudi Arabia. Kemudian pada Januari hingga Februari Kemenkes dan Kemenristek/BRIM melakukan Whole Genome Sequencing terhadap 462 panel.

Hasilnya, pada Maret 2021 Kemenkes mengumumkan terdapat dua kasus covid-19 varian baru.
(FIR)