FITNESS & HEALTH

5 Asupan Ini Bikin Asam Lambungmu Naik

Raka Lestari
Rabu 07 Oktober 2020 / 13:58
Jakarta: Asam lambung yang naik biasanya akan menyebabkan heartburn. Hal ini ditandai dengan sensasi terbakar yang tidak nyaman di dada atau rasa pahit atau asam di kerongkongan.

Ketika kondisi ini terjadi, penting bagimu untuk memperhatikan pola makan yang tepat. Beberapa makanan atau minuman justru bisa menyebabkan heartburn yang dialami tersebut, bertambah parah.

Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang sebaiknya kamu hindari ketika mengalami heartburn dilansir The Healthy:
 

1. Kopi


Menurut Gale Pearson, seorang ahli diet terdaftar di Physicians di Newport News, mengatakan bahwa beberapa stimulan, seperti kafein dapat melemaskan sfingter esofagus bagian bawah (LES) yang menyebabkannya tidak menutup dengan benar.


Freepik

“Asam lambung akan naik ke kerongkongan dan kembali ke perut, sehingga menyebabkan rasa mulas,” kata Pearson.
 

2. Makanan pedas
 

Mengonsumsi makanan pedas sebaiknya dihindari ketika Anda sedang mengalami heartburn. Jika Anda tidak sengaja mengonsumsinya, ada baiknya untuk tidak tidur sesaat setelah mengonsumsinya.


Freepik

University of Pittsburgh Medical Center merekomendasikan untuk tidak tidur setidaknya dua jam setelah makan. Sehingga makanan bisa turun ke dalam perut dengan sempurna.
 

3. Makanan asam
 

Makanan asam seperti jeruk dan lemon mengandung banyak asam sitrat. Lapisan perut kita dapat menangani asam, tetapi kerongkongan tidak bisa mengatasinya. Asam lambung yang naik akan tertahan di kerongkongan dapat menyebabkan mulas dan mag.
 

4. Pizza



"Pizza bisa menjadi salah satu makanan terburuk karena mengandung banyak penyebab heartburn,” kata Kate Patton, ahli diet terdaftar di Cleveland Clinic’s Heart and Vascular Institute.


Freepik

Saus tomat sangat asam, dan keju tinggi lemak, yang memperlambat perut dari pengosongan dan memperparah heartburn.
 

5. Susu
 

Berbagai jenis bahan berlemak tinggi seperti susu full cream dapat menyebabkan sensasi terbakar yang membuat tidak nyaman, karena membutuhkan waktu yang cukup lama untuk dicerna dalam perut.


Freepik

"Jika ingin tetap mengonsumsi susu, bisa pilih dengan kandungan low-fat," demikian menurut Cleveland Clinic.
(FIR)