FITNESS & HEALTH

Faktor Risiko Terjadinya Kanker Lambung

Raka Lestari
Senin 16 November 2020 / 19:42
Jakarta: Kanker lambung merupakan salah satu kanker yang sering tidak disadari. Banyak orang yang baru mengetahui mengalami kanker lambung, ketika sudah mencapai stadium lanjut. Untuk itu, masyarakat perlu mewaspadai faktor-faktor risiko dari kanker lambung itu sendiri.

Ketua Yayasan Kanker Indonesia, Prof. Dr. dr. Aru Sudoyo, SpPD, KHOM, FINASIM, FACP menjelaskan bahwa, faktor-faktor risiko terkena kanker hanya 5-10 persen yang diakibatkan oleh faktor genetika. Prof. Aru menjelaskan lebih lanjut bahwa 90-95 persen kanker lambung lebih disebabkan oleh faktor lingkungan yang meliputi diet (30-35%), rokok (25-30%), infeksi (15-20%), obesitas (10-20%), alkohol (4-6%) dan lain-lain (10-15%).

“Dengan demikian, kanker dapat dicegah dengan pola hidup sehat dan melakukan deteksi dini kanker,” ujar Prof. Aru Sudoyo.

Faktor risiko kanker lambung kebanyakan diderita oleh pasien berusia 60-80 tahun dan disebabkan oleh Helicobactor pylori, rokok, obesitas, makanan yang diproses atau diasinkan, dan genetika.

“Penyebab meningkatnya risiko kanker lambung secara kondisi medis karena adanya infeksi helicobacter pylori pada lambung, metaplasia usus, atrophic gastritis kronis, anemia pernisiosa, ataupun polip lambung,” ucap Prof. Aru. Sudoyo.

Sedangkan secara genetik, penyebab meningkatnya risiko adalah jika ibu, ayah, kakak atau adik memiliki kanker gaster, golongan darah A, Li-fraumeni syndrome, familial adenomatous polypsis (FAP) dan hereditary nonpolyposis colon cancer.

Agar tidak terlambat melakukan deteksi dini kanker, masyarakat perlu mewaspadai gejala umum kanker. Seperti terjadinya benjolan, rasa lemah dan lesu, berat badan menurun drastis, nyeri yang tidak hilang, BAB berubah pola, suara menjadi bindeng atau serak, nafsu makan hilang, mual dan muntah, nyeri perut, tahi lalat membesar dan meradang, perdarahan di waktu tidak  lazim atau lama serta BAB dan batuk berdarah.
(FIR)