FITNESS & HEALTH

Sempat Menurun, Kasus Konfirmasi Positif Covid-19 Kembali Alami Peningkatan

Raka Lestari
Minggu 02 Mei 2021 / 07:00
Jakarta: Memasuki bulan Ramadan, tren kasus konfirmasi positif covid-19 di Indonesia mengalami peningkatan. Hal ini tentunya menjadi hal yang perlu diwaspadai agar tren tersebut bisa kembali menurun. 

Terutama ketika menjelang akhir bulan Ramadan dimana akan banyak orang yang melakukan kegiatan bersilaturahmi dengan keluarga.

“Mengingatkan kembali bahwa kita perlu mengantisipasi, apalagi sudah mau akhir Ramadan agar larangan mudik bisa dipatuhi untuk mencegah lonjakan kasus,” ujar dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, selaku Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes pada Konferensi Pers Virtual Indikasi Lonjakan Kasus Covid-19 pada Jumat, 30 April 2021.

Ia juga menambahkan, “Kasus konfirmasi kita biasanya di bawah 5000 tetapi kemarin pada tanggal 29 April melonjak jadi 5800 kasus. Ada tambahan sekitar 600 kasus. Tentunya ini menjadi alarm bagi kita karena grafiknya itu sudah mulai turun sejak awal Februari sampai Maret. Pada April, ada sedikit tren kenaikan,” jelas dr. Nadia.

“Ini yang diharapkan adalah penurunan yang sudah terjadi kemarin itu bisa sampai ke titik paling rendah dan ditekan supaya tidak melonjak. Kita juga melihat walaupun kasus konfirmasi tadi rata-rata masih dalam batas normal, yang perlu dijadikan catatan adalah adanya peningkatan kasus kematian sebesar 20 persen,” kata dr. Nadia.

Tidak hanya kasus kematian yang meningkat, dr. Nadia juga menyebutkan kasus pasien yang harus mendapatkan rawat inap juga mengalami peningkatan menjadi 1,24 persen. 

“Kasus konfirmasi positif cenderung meningkat. Walaupun tidak signifikan tetapi perlu diingat bahwa angka kematian dan rawat inap terjadi peningkatan,” tuturnya.

“Dengan kondisi yang ada, plus adanya arus mudik maka terjadi peningkatan mobilitas sejak awal april. Peningkatan mobilitas tersebut baik di kota transit, daerah wisata, dan lainnya. Ini juga menyebabkan adanya peningkatan jumlah kabupaten yang berisiko tinggi. Dari yang tadinya hanya 6 kabupaten menjadi 19 kabupaten,” tambah dr. Nadia.

Selain itu, dr. Nadia menjelaskan dengan adanya peningkatan mobilitas ini juga menambah kelompok kota yang berisiko sedang dari yang tadinya hanya 322 menjadi 340 kita. 

“Banyak kabupaten dan kota yang tadinya berisiko rendah jadi berubah ke risiko sedang dan tinggi,” ujarnya.

“Provinsi dengan kasus konfirmasi yang meningkat per mingu adalah Banten, Jawa Barat, Aceh, Sulawesi Utara, Sumatera Selatan, Sulawesi Tengah, Papua Barat, dan Gorontalo,” tutup dr. Nadia.
(TIN)