FITNESS & HEALTH

Selain Pilek, Waspadai Gejala Awal Lain Covid-19 Varian BA.2.12.1

Mia Vale
Kamis 19 Mei 2022 / 15:05
Jakarta: Varian covid-19 terbaru yang dijuluki BA.2.12.1 telah dikaitkan dengan 43 persen dari total kasus virus korona di AS. Artinya, sudah terjadi lonjakan sebanyak 7 persen selama bulan April. Dan, karena semakin banyak data tentang varian yang diketahui, pola gejala awal pun muncul. 

BA.2.12.1 adalah turunan dari virus BA.2, subvarian dari strain Omicron dari covid-19. Varian ini dilansir dari AL (Advance Local) memiliki kemampuan mentransmisikan lebih mudah daripada pendahulunya dan diharapkan menjadi strain dominan covid-19 dalam beberapa minggu. 

Seperti strain Omicron covid-19 sebelumnya, BA.2.12.1 sering muncul dengan gejala saluran pernapasan atas yang dapat muncul seperti flu. 

Para ahli mengatakan BA.2.12.1 memicu kasus dengan gejala ringan pada individu yang divaksinasi di mana orang-orang hanya merasa seperti menderita pilek atau alergi musiman. Gejala awal yang harus diwaspadai dari varian  BA.2.12.1, termasuk gatal atau sakit tenggorokan, bersin atau pilek. 


gejala varian omicron baru
(Demam adalah salah satu gejala terkena varian BA.2.12.1. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)

Gejala-gejala ini dapat tetap ringan atau meluas hingga mencakup gejala covid-19 yang lebih tradisional, termasuk: 

- Batuk 
- Sesak napas, kesulitan bernapas 
- Demam atau kedinginan 
- Kelelahan atau sakit tubuh 
- Sakit kepala 
- Hilangnya rasa atau bau baru 
- Sakit tenggorokan 
- Hidung tersumbat, hidung meler 
- Mual atau muntah 
- Diare 

Karena gejala BA.2.12.1 bisa mirip dengan alergi musiman, orang mungkin enggan untuk melakukan tes, sehingga virus yang sangat menular dapat menyebar dengan cepat. 

Para ahli mengatakan BA.2.12.1 berkisar 25 persen lebih mudah menular daripada Omicron asli yang menyebabkan peningkatan tajam dalam kasus di musim dingin 2021. 

Sedangkan untuk tingkat keparahan gejala -  dapat dipengaruhi oleh status vaksinasi seseorang. Hal ini disampaikan oleh Pusat Pengendalian Penyakit (The Centers for Disease Control/CDC). 

(TIN)