FITNESS & HEALTH

Tetap Gunakan Tabir Surya meski Bekerja dari Rumah

Raka Lestari
Rabu 10 Maret 2021 / 11:50
Jakarta: Selama masa pandemi covid-19, banyak sekali pekerjaan yang melakukan work from home (WFH) atau di rumah saja. Selama berada di rumah, penggunaan tabir surya atau sunblock seringkali dilupakan. Padahal penggunaan tabir surya atau sunblock tetap harus dilakukan sekalipun bekerja dari rumah.

Menurut Laura Scott, M.D., associate director di Skin of Color Division di University of Miami mengatakan bahwa, dengan tidak terkena matahari secara langsung bukan berarti kulitmu aman.

“Jendela hanya melindungi dari sinar UVB, yang dapat menyebabkan kulit terbakar matahari. Akan tetapi tidak melindungi dari UVA, sinar yang dapat menyebabkan penuaan,” kata Dr Scott.

Bahkan, sekalipun kamu berada jauh dari jendela dan dekat dengan layar komputer atau gadget juga berdampak pada kulitmu.

“Cahaya yang terlihat, terutama cahaya biru, merupakan penyebab utama hiperpigmentasi seperti melasma dan bintik hitam, jadi melindungi kulit kita adalah tetap sama pentingnya,” tambah Dr Scott.

Menurut Kaya Patel, co-founder mengatakan, sinar matahari tetap dapat menembus jendela. Sinar UV-A dapat menyebabkan kerusakan pada kulit dalam waktu sekitar 15 menit.

“Menggunakan tabir surya dengan kandungan SPF atau 30 atau lebih dapat melindungi kulit dari sinar tersebut, mencegah kulit terkena kanker dan penuaan," ujar Patel.

Craig Kraffert, M.D, juga merekomendasikan untuk tetap menggunakan tabir surya dan menjadikannya sebagai rutinitas. Dia merekomendasikan tabir surya dengan antioksidan dan ekstrak tumbuhan untuk digunakan pada pagi hari.

"Usahakan juga memilih tabir surya yang dapat diserap oleh kulit dengan mudah agar tidak menyebabkanw warna kulit yang tidak merata setelah penggunaan tabir surya," tukas Kraffert.
(FIR)