FITNESS & HEALTH

6 Masalah Psikologis Tertinggi selama Pandemi

Kumara Anggita
Kamis 15 Oktober 2020 / 08:04
Jakarta: Masalah psikologis adalah hal yang saat ini dialami oleh banyak orang di tengah pandemi. Ini terjadi pada siapa saja, mulai anak-anak sampai lansia. 

Untuk mendapatkan gambaran tentang masalah psikologis yang dialami masyarakat Indonesia, Perhimpunan Dokter Spesialis kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) dan Ikatan Psikologi Klinis Indonesia (IPK Indonesia) berkolanorasi untuk melakukan penelitian dari layanan psikologis klinis yang diberikan. 

Layanan oleh psikolog klinis diberikan kepada individu, keluarga, ataupun komunitas, dengan jumlah Klien Individu sebanyak.14619 orang. Ini terdiri dari klien keluarga sebanyak 927 keluarga dan klien komunitas sebanyak 191 komunitas.
 

Gambaran Klien Individu


Sekitar 67,8% dari penerima layanan individual adalah orang dewasa (sebanyak 9428 orang dewasa), klien anak atau remaja sebanyak 4690, sedangkan lansia merupakan kelompok usia yang paling sedikit mengakses layanan oleh psikolog klinis sebanyak 501 orang.

Berdasarkan periode layanan, pada kelompok anak dan remaja, terdapat kenaikan penerima layanan pada setiap periodenya. Sementara di kelompok dewasa, jumlah individu yang mengakses layanan pada awal pandemi lebih banyak dibandingkan periode-periode selanjutnya.  Kecenderungan ini juga terlihat pada kelompok lansia.


Prevalensi Masalah Psikologis Tertinggi


Terdapat enam masalah psikologis tertinggi yang ditemukan berdasarkan keluhan dan hasil diagnosis oleh psikolog klinis.


1. Hambatan terkait dengan masalah belajar


Ini khususnya pada klien anak dan remaja sebesar 27,2%. 


2. Stres


Secara umum, masalah psikologis yang secara konsisten banyak ditemukan pada semua kelompok usia adalah keluhan stres umum sebesar 23,9%. 


3. Keluhan kecemasan


Keluhan kecemasan sebesar 18,9%


4. keluhan mood swing (suasana hati yang berubah-ubah) 


Sementara keluhan kecemasan sebanyak 9,1%


5. Gangguan kecemasan 


8,8% dari responden mengalami gangguan kecemasan.


6. Keluhan somatis


Dan terakhir keluhan somatis sebanyak 4,7 %.

Masalah-masalah ini jika tidak segera mendapat penanganan dapat berlanjut menjadi gangguan lebih serius. DR. Indria L. Gamayanti, M.Si, Psikolog menyampaikan, IPK Indonesia siap membantu pemerintah untuk melakukan pendampingan dan layanan pada masyarakat guna mewujudkan kesehatan jiwa masyarakat Indonesia.
(YDH)