FITNESS & HEALTH

Kamu Sering Berkeringat saat Tidur? Bisa Jadi Tanda Penyakit Ini

Cindy
Selasa 14 September 2021 / 16:40
Jakarta: Pernahkah kamu terbangun dengan keadaan tubuh penuh keringat di malam atau pagi hari? Apalagi kamu berkeringat meski sudah berada di ruangan dengan pendingan udara (AC). 

Jika kamu sering berkeringat saat tidur meski suhu udara di sekitarmu dingin, terlebih muncul gejala lain, ini bisa menjadi pertanda penyakit. 

Berkeringat saat tidur bisa disebabkan konsumsi makanan pedas atau panas, merasa cemas, merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, atau berolahraga menjelang waktu tidur. Kalau kamu bekeringat bukan karena faktor di atas, keluhan berkeringat saat tidur perlu diwaspadai. 

Berikut beberapa penyakit yang menyebabkan kamu berkeringat saat tidur dikutip dari berbagai sumber:

1. Menopause

Berkeringat saat tidur merupakan gejala umum yang dialami wanita ketika mencapai masa menopause. Hal ini disebabkan perubahan hormon yang terjadi selama menopause. 

Menopause dapat meningkatkan suhu tubuh, sehingga menyebabkanmu berkeringat ketika tidur. Menopause dapat menyerang wanita berusia 45-55 tahun. 

2. Gangguan hormon

Tubuh memiliki berbagai jenis hormon dan masing-masing memiliki peran yang berbeda. Gangguan pada hormon dapat menimbulkan masalah pada kesehatan dan beragam fungsi tubuh. 

Beberapa gangguan hormon yang bisa menyebabkanmu berkeringat saat tidur antara lain hipertiroidisme atau penyakit akibat kadar hormon tiroid terlalu tinggi di dalam tubuh. Kemudian, pheochromocytoma atau tumor jinak yang terbentuk di bagian tengah kelenjar adrenal, serta penyakit diabetes. 

3. Efek samping obat

Setiap obat berpotensi menimbulkan efek samping. Beberapa obat bisa merangsang produksi keringat berlebih yang membuatmu berkeringat saat tidur. 

Efek samping keluarnya keringat saat tidur terjadi saat kamu mengonsumsi antidepresan, obat penurun demam, obat pereda nyeri, obat pengganti hormon, serta kortikosteroid. 

4. Penyakit infeksi

Beberapa penyakit infeksi dapat menyebabkanmu berkeringat saat tidur. Antara lain tuberkulosis (TBC), HIV, malaria, endokarditis (infeksi pada lapisan bagian dalam jantung), brucellosis (infeksi yang disebabkan bakteri Brucella), serta infeksi tulang. 

Selain banyak berkeringat di saat tidur, penyakit infeksi di atas juga dapat menimpulkan gejala lain. Misalnya, demam, batuk kronis, penurunan berat badan berlebihan, nyeri otot, dan nyeri dada. 

5. Kanker

Berkeringat saat tidur di malam hari juga bisa menjadi gejala awal kanker. Beberapa jenis kanker yang menunjukkan gejala berkeringat ialah leukemia dan limfoma. 

Kamu perlu segera memeriksakan diri ke dokter jika keluhan berkeringat saat tidur yang dialami disertai demam berkepanjangan, penurunan berat badan drastis tanpa sebab yang jelas, tubuh terasa lemas, atau merasa tidak enak badan selama lebih dari dua minggu. 

6. Hipoglikemia

Hipoglikemia adalah kondisi saat kadar gula dalam darah menurun. Hal ini dapat menyebabkan seseorang memproduksi lebih banyak keringat. Kekurangan gula dalam darah juga bisa diikuti sejumlah gejala seperti pusing dan lemas.

Kondisi ini bisa disebabkan oleh kelaparan, penggunaan obat antidiabetes, atau terapi insulin. 

7. Hiperhidrosis

Hiperhidrosis merupakan kondisi saat tubuh memproduksi keringat secara berlebih. Orang yang memiliki penyakit hiperhidrosis bahkan dapat berkeringat saat berada di tempat yang sejuk atau tidak melakukan aktivitas berat. 

Kondisi ini tidak hanya terjadi saat kamu terjaga, tetapi juga terjadi saat tertidur. Hiperhidrosis umumnya ditandai dengan keringat berlebih yang hanya terjadi di bagian tubuh tertentu, misalnya telapak tangan, telapak kaki, atau ketiak. 
(CIN)