FITNESS & HEALTH

Alasan Mengapa Susu dan Telur Menjadi Kunci Mencegah Stunting

Kumara Anggita
Sabtu 12 Juni 2021 / 18:11
Jakarta: Stunting adalah masalah yang perlu menjadi perhatian. Kondisi ini terjadi ketika perawakan anak pendek yang disebabkan oleh kekurangan gizi dalam jangka panjang (kronis).

Menurut Dr. dr. Damayanti Rusli Sjarif, Sp.A(K),Konsultan Nutrisi dan Penyakit Metabolik FKUI/RSCM, kunci untuk melawan stunting adalah dengan pemenuhan kebutuhan gizi anak yang seimbang. Ia menekankan juga bahwa proporsi kebutuhan nutrisi anak berbeda dengan dewasa.

"Akhir-akhir ini banyak digaungkan mengenai piring makan sehat, di mana ½ piring berisi sayur dan buah. Itu untuk orang dewasa, bukan untuk anak. Untuk anak, kebutuhannya berbeda,” ujar Dr. Damayanti dalam acara Milk Versation Hari Gizi Nasional, Investasi Pangan Hewani, Stunting, dan Upaya Selamatkan Generasi Mendatang.

Selewat masa ASI eksklusif 6 bulan, selain pemberian ASI, asupan lain yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi adalah MPASI. Komposisi MPASI idealnya juga menyerupai komposisi ASI. Di antaranya harus mengandung karbohidrat, lemak, dan protein. Sejak awal MPASI hingga usia 2 tahun, ketiga makronutrisi ini harus tercukupi, untuk mendukung pertumbuhan otaknya.
 

Utamakan protein hewani


"Protein utamakan hewani, karena dalam ASI, komposisi protein hewani lebih banyak. Kandungan asam amino pada protein hewani lengkap,” terang Dr. dr. Damayanti.

Sedangkan protein nabati, asam aminonya kurang lengkap. Protein hewani boleh digabung dengan protein nabati, asal selengkap asam amino esensial pada ASI.
 

Bahaya memberi anak protein yang bukan hewani saja


Dr. dr. Damayanti mengkritisi tren pemberian puree sayur dan buah, atau tepung-tepung organik berbasis nabati. Menurutnya, makanan dengan sumber tunggal seperti ini tidak mencukupi kebutuhan nutrisi anak.

Boleh saja memberikan puree buah/sayur, tapi harus ada protein hewani. Menurutnya, susu dan telur adalah sumber protein hewani yang paling baik. Diikuti dengan produk susu, unggas, ikan, hati, dan daging. Jadi, sumber hewani tidak harus mahal. Anak bisa diberi telur, hati ayam, dan berbagai jenis ikan lokal yang harganya relatif terjangkau.
(FIR)