FITNESS & HEALTH

Mengenal Varian Baru Covid-19 Termasuk Lambda dan Perbedaannya

Raka Lestari
Sabtu 19 Juni 2021 / 15:47
Jakarta: Semakin banyaknya kasus infeksi covid-19, juga membuat terjadinya berbagai perubahan pada struktur virus penyebab covid-19. Hal ini juga menyebabkan berbagai varian baru dari covid-19 muncul.

Mulai dari varian Alpha, Beta, Delta, Gamma dan saat ini yang terbaru adalah Lambda. Lalu, apa saja perbedaan dari berbagai varian tersebut. Berikut rangkuman dari Gaya.id
 

Alpha - varian Kent/B117


Pengujian menunjukkan varian ini pertama kali muncul di Inggris, tepatnya di Kent pada akhir September 2020. Pada akhir Oktober, strain ini hanya menyumbang 3 persen dari kasus di Inggris. Tetapi pada awal Februari melonjak hingga 96 persen, sehingga menyebabkan gelombang ketiga di Inggris. Varian ini juga cukup banyak ditemukan di Amerika Serikat.

Dikutip dari The National News, varian ini secara signifikan lebih menular daripada virus asli yang muncul di Wuhan. Data menunjukkan varian Alpha 30 hingga 70 persen lebih mematikan daripada strain aslinya. Namun varian ini bisa dikalahkan oleh antibodi yang dihasilkan dari infeksi alami atau vaksin.

Sebuah uji coba dari Inggris menemukan vaksin AstraZeneca-Oxford 70,4 persen efektif melawan gejala covid-19, yang disebabkan oleh varian ini. Sedangkan Pfizer  89,5 persen efektif melawan varian ini, setidaknya 14 hari setelah dosis kedua.
 

Beta - varian Afrika Selatan/B1351


Varian ini pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan pada awal Oktober 2020, tetapi tidak diumumkan secara publik sampai Desember. Sejak itu varian ini telah ditemukan di lebih dari 80 negara. Ini membawa mutasi yang disebut E484K, yang membantu virus menghindari sistem kekebalan seseorang.

Dan vaksin tidak bekerja dengan baik untuk melawannya, khususnya AstraZeneca, yang hanya menawarkan 10 persen perlindungan terhadap penyakit ringan hingga sedang yang disebabkan oleh varian tersebut. Penelitian di Qatar menemukan orang yang menerima vaksin Pfizer 75 persen lebih kecil kemungkinannya untuk mengembangkan covid-19 dari varian ini.
 

Delta - varian India/B1617.2


Varian ini pertama kali terdeteksi pada bulan Oktober di India. Strainnya termasuk mutasi yang membuatnya lebih mudah menular dan membantunya kebal terhadap respons imun tubuh. Inggris baru-baru ini mengatakan bahwa varian Delta diperkirakan 40 persen lebih mudah menular daripada varian Alpha, yang juga lebih mudah menular daripada jenis aslinya.

Kabar buruknya, vaksin yang telah ada tampaknya kurang efektif melawan varian ini. Penelitian dari Inggris menunjukkan bahwa orang yang telah menerima vaksin Pfizer menghasilkan lebih sedikit antibodi terhadap varian Delta dibandingkan dengan varian lainnya.

Menurut Public Health England (PHE), tiga minggu setelah dosis pertama Pfizer atau AstraZeneca-Oxford, kedua vaksin itu sekitar 33 persen efektif melawan penyakit simtomatik. Sebuah laporan oleh PHE juga mengatakan orang yang terinfeksi oleh varian Delta dua kali lebih mungkin berakhir di rumah sakit dibandingkan dengan varian Alpha.
 

Gamma - varian Brasil/P1


Varian ini diyakini muncul pada pertengahan November 2020 di Brasil kota Manaus, Amazon. Mutasi membuatnya lebih menular dan memberinya kemampuan untuk lolos dari antibodi.

Data yang dikumpulkan di Manaus menunjukkan bahwa varian ini mungkin dua kali lebih mudah menular dari jenis sebelumnya, dan dapat menghindari antibodi yang dihasilkan dari infeksi sebelumnya. Pada tes yang dilakukan di laboratorium, antibodi yang diproduksi dari vaksin Pfizer tidak dapat efektif dibandingkan untuk melawan virus aslinya.
 

Lambda


World Health Organization (WHO)  baru saja mengumumkan keberadaan 'variant of interest' dari covid-19 yang dikenal juga dengan Lamda. Ini pertama kali terdeteksi di Peru pada Agustus 2020, dan sejak itu telah dilaporkan ada di 29 negara di seluruh dunia, sebagian besar di Amerika Latin, termasuk Argentina dan Chili.

Menurut WHO, setelah memantau dengan cermat terhadap varian ini mereka menemukan peningkatan penularan dan resistensi terhadap antibodi penetralisir. Dengan menetapkannya sebagai 'variant of interes' WHO mengisyaratkan bahwa ini akan dipantau secara ketat dalam hal kekuatan infeksi sebelum ditambahkan ke kelompok 'variables of concern', yang meliputi Alpha, Beta, Gamma, dan Delta.
(FIR)